ABSTRAK_Radhwa Khalishah Yusup
Terbatas  Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Rendahnya daya saing sumber daya manusia Indonesia menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa ini, terutama dalam persaingan global. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap permasalahan ini adalah rendahnya tingkat literasi masyarakat sebagaimana tergambar dalam fenomena “Indonesia darurat literasi”. Fenomena ini memperkuat persepsi keliru bahwa literasi adalah aktivitas yang terbatas pada kegiatan membaca dan menulis. Nyatanya, literasi tidak lagi hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga keterampilan berdiskusi, berkomunikasi, dan berkolaborasi. Literasi modern menuntut penguasaan berbagai keahlian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global, termasuk berpikir kritis, problem-solving, dan kemampuan untuk bekerja sama dalam tim. Hal ini menegaskan pentingnya keberadaan ruang-ruang yang mendukung pengembangan keterampilan tersebut. Arsitektur dalam menghadapi tantangan ini memiliki peran strategis sebagai media untuk mewadahi kegiatan literasi dan kolaborasi dalam satu lingkungan terpadu. Perancangan Perpustakaan “Hidup” menawarkan konsep penggabungan dua fungsi primer, yakni ruang literasi dan ruang kolaborasi yang menjadikan perpustakaan tidak hanya sebagai pusat informasi dan literasi baca tulis, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang memfasilitasi interaksi antarindividu, berbagi pengetahuan, dan pengembangan kreativitas dalam lingkungan yang mendukung berbagai bentuk kegiatan literasi. Kedua fungsi primer ditransisi oleh ruang rekreasi yang memperluas fungsi perpustakaan sehingga mengubah persepsi perpustakaan yang monoton dan kaku. Konsep ini tidak hanya berfokus pada penguatan fungsi tradisional perpustakaan, tetapi juga menciptakan ruang yang menginspirasi dan memberdayakan pengunjung. Melalui implementasi pendekatan Ruang Ketiga (Third Place) dalam beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat di ruang publik, ruang literasi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang membaca, tetapi juga sebagai pusat interaksi sosial dan kegiatan komunitas yang dapat berkontribusi pada penguatan daya saing masyarakat Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB