Baja tulangan mutu tinggi dengan kuat leleh 500 MPa saat ini telah banyak diproduksi secara komersial dan digunakan dalam dunia konstruksi di Indonesia. Penggunaan baja tulangan mutu tinggi dengan nilai kuat leleh tinggi dapat memberikan beberapa keuntungan dari segi arsitektural dan struktural. Namun penggunaan baja tulangan mutu tinggi yang digunakan sebagai penahan geser masih dibatasi pada nilai kuat leleh sebesar 420MPa. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengontrol lebar retak dan memastikan tulangan sengkang leleh terlebih dahulu sebelum terjadinya kelelehan pada tulangan longitudinal. Salah satu cara untuk mengontrol lebar retak, menaikkan kapasitas geser dan daktilitas material beton adalah dengan menambahkan serat pada beton. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat terhadap perilaku geser, tegangan tulangan sengkang dan kapasitas geser yang terjadi pada elemen kolom yang menggunakan tulangan mutu tinggi (520MPa) pada tulangan longitudinal maupun sengkang dengan pembebanan aksial dan lateral siklik. Empat benda uji kolom dibuat dengan memiliki ukuran panjang 300mm lebar 250mm dan tinggi 900mm dengan spasi sengkang sebesar 125mm dan 185mm. Benda uji didesain agar mengalami kegagalan geser. Hasil pengujian menunjukan bahwa seluruh benda uji mengalami kelelehan tulangan sengkang sebelum beban geser puncak dan kegagalan geser. Pengaruh penambahan 1% serat polypropylene dapat menaikan kapasitas geser, disipasi energi dan menurunkan lebar retak.
Perpustakaan Digital ITB