digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Haruka Takahashi
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

COVER Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 7 Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 8 Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 9 Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 10 Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 11 Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Haruka Takahashi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Pesatnya pembangunan dan tingginya curah hujan di Jakarta Selatan semakin membebani sistem drainase eksisting, sementara kebutuhan air domestik terus meningkat. Tugas akhir ini merencanakan sistem rainwater harvesting pada stasiun transportasi massal layang dan mengkaji pengaruhnya terhadap beban drainase melalui analisis hidrologi, simulasi neraca air, perencanaan komponen, simulasi beban drainase, serta analisis kelayakan ekonomi dan SWOT. Hasil analisis menunjukkan sistem mampu menyuplai kebutuhan air domestik sebesar 1.856 m³/tahun, menghemat 14% biaya air instansi (Rp39,89 juta pada tahun pertama) dengan reliabilitas temporal 4%. Instalasi terdiri atas bak penampung beton bertulang 40,837 m³, jaringan pipa HDPE 100 mm, 9 unit first flush, injeksi natrium karbonat, dan 2 unit forced filtration. Sistem menurunkan debit puncak limpasan stasiun dari 0,29 m³/detik menjadi 0,19 m³/detik dan memenuhi seluruh parameter kelayakan ekonomi. Analisis SWOT merumuskan strategi pendanaan dan mitigasi keterbatasan lahan, termasuk prospek penerapan sejak awal pembangunan guna menekan biaya investasi.