Kawasan Kemanggisan di Jakarta Barat yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan dan komersial, sering kali menjadi titik rawan genangan dan banjir. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan masalah ini terjadi pada sistem aliran Kali Grogol, diantaranya curah hujan tinggi yang memicu terjadinya luapan debit air. Kemudian, diperparah oleh sedimentasi lumpur dan penumpukan sampah yang menyebabkan pendangkalan di dasar sungai. Penampang basah tidak mampu menampung debit banjir rencana (Q25), sehingga menghasilkan luas genangan pada kondisi eksisting mencapai 2.306.160 m2 (230,62 ha). Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian banjir yang mampu mereduksi potensi luapan debit dari Kali Grogol dengan pemodelan HEC-RAS 6.3.1. Pemodelan 2D digunakan untuk mengevaluasi beberapa skenario pengendalian banjir, meliputi normalisasi sungai, pemancangan tanggul Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP), serta pembangunan parapet. Penerapan kombinasi ketiga skenario ini memberikan hasil reduksi banjir yang paling optimal dengan menghasilkan reduksi luas genangan sebesar 204,13 ha atau 88,51% dari total luas genangan kondisi eksisting. Total investasi pelaksanaan konstruksi yang dibutuhkan pada perencanaan solusi terpilih untuk Segmen Kemanggisan sebesar Rp106.183.339.102,42.
Perpustakaan Digital ITB