digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Arini Latifah
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Banjir kerap melanda wilayah hilir di muara Sungai Cisanggarung, Kecamatan Losari, dimana menimbulkan kerugian yang cukup signifikan pada kawasan tambak dan pertanian. Permasalahan ini dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah tangkapan air dengan curah hujan harian maksimum tahunan kala ulang 25 tahun sebesar 139,11 mm dan debit puncak rencana sebesar 606 m³/s, yang diperparah oleh keterbatasan penampang sungai eksisting serta pengaruh pasang air. Kondisi eksisting ini menyebabkan luapan seluas 1.817,66 ha yang menggenangi 14,67 ha permukiman, 1.203 ha tambak, dan 599,41 ha lahan pertanian. Perencanaan solusi difokuskan melalui kombinasi penanganan struktural berupa normalisasi sungai, pembangunan tanggul, serta reaktivasi saluran sudetan. Saluran sudetan ini mampu mengalihkan debit banjir sebesar 266 m³/s sehingga debit akhir yang mengalir menuju hilir Sungai Cisanggarung berkurang menjadi 340 m³/s. Penerapan solusi ini terbukti paling optimal dengan mereduksi luasan genangan banjir hingga 93% dan mereduksi volume banjir sebesar 68%. Total biaya konstruksi (RAB) yang diperlukan adalah sebesar Rp 191,58 miliar dengan tingkat kelayakan ekonomi yang baik, yaitu mencapai nilai Benefit Cost Ratio sebesar 1,50 pada tahun ke-5. Dengan pedoman operasi dan pemeliharaan (O&P) yang teratur melalui pemeliharaan rutin serta pengoperasian pintu air sesuai kondisi muka air banjir, muka air normal, dan debit pemeliharaan.