digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Abdurrahman Aziz Sofyan
PUBLIC Open In Flipbook Perpustakaan Prodi Arsitektur

Perubahan penggunaan lahan dan perkembangan kawasan perkotaan telah meningkatkan limpasan permukaan serta tekanan terhadap sistem hidrologi, yang ditandai dengan semakin seringnya kejadian banjir dan genangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permasalahan banjir tidak terlepas dari karakter lanskap yang memengaruhi pergerakan, distribusi, dan akumulasi aliran dalam suatu daerah tangkapan air. Dalam konteks Cekungan Bandung, distribusi limpasan menunjukkan pola yang tidak merata dan cenderung terkonsentrasi pada bagian tertentu dalam sistem. Berdasarkan analisis distribusi limpasan pada skala cekungan, dilakukan identifikasi zona akumulasi aliran yang kemudian dioverlay dengan pembagian sub-DAS untuk mengetahui kontribusi masing-masing wilayah. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa Sub-DAS Citarik memiliki kontribusi limpasan terbesar, sehingga dipilih sebagai lokasi studi dalam perencanaan ini. Perencanaan ini bertujuan merumuskan arahan perencanaan lanskap berbasis Nature-Based Solutions (NbS) pada Sub-DAS Citarik berdasarkan pembacaan kondisi hidrologi dan struktur lanskap. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis struktur lanskap dengan metode Patch–Corridor–Matrix (PCM), identifikasi zona kritis berdasarkan kondisi infiltrasi, retensi, dan konsentrasi aliran, serta penyusunan zona potensi perencanaan sebagai dasar dalam perumusan zonasi, kriteria, konsep, dan arahan penerapan elemen Nature-Based Solutions sesuai karakter lanskap pada wilayah hulu, tengah, dan hilir. Metode yang digunakan mencakup inventarisasi data spasial berupa tutupan lahan, jaringan sungai, curah hujan, dan distribusi limpasan, yang dilanjutkan dengan analisis struktur lanskap, kondisi hidrologi, serta interpretasi zona kritis dan zona potensi perencanaan. Hasil analisis tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam arahan perencanaan lanskap berbasis Nature-Based Solutions melalui penyusunan kriteria intervensi, konsep penerapan elemen NbS, serta pengembangan rencana lanskap sesuai karakteristik biofisik dan sistem aliran pada setiap zona perencanaan. Untuk mengevaluasi implikasi perencanaan terhadap respon hidrologi, dilakukan simulasi menggunakan pendekatan koefisien limpasan (CIA) dengan membandingkan kondisi eksisting dan tiga skenario intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa skenario intervensi tinggi, yang menjadi dasar pengembangan rencana lanskap, mampu menurunkan debit limpasan dari 8,63 m³/s pada kondisi eksisting menjadi 4,92 m³/s, atau sekitar 43,02%, sehingga menunjukkan potensi penerapan Nature-Based Solutions dalam meningkatkan fungsi infiltrasi, retensi, dan pengelolaan limpasan pada Sub-DAS Citarik. Luaran perencanaan berupa zonasi perencanaan, kriteria penerapan elemen Nature-Based Solutions, konsep dan arahan implementasi lanskap pada wilayah hulu, tengah, dan hilir, yang didukung oleh evaluasi perubahan respon limpasan sebagai dasar pengembangan perencanaan lanskap yang lebih adaptif terhadap risiko banjir. Pendekatan ini mengintegrasikan analisis hidrologi, struktur lanskap, dan evaluasi respon limpasan dalam satu kerangka perencanaan lanskap berbasis Nature-Based Solutions.