Urbanisasi secara global telah menjadi katalis untuk penduduk tinggal secara massif di Kawasan Perkotaan, yang berdampak pada perubahan tata guna lahan dan penurunan kualitas lingkungan. Kondisi tersebut menjadi pencetus fenomena Urban Heat Island pada permukaan di lahan kota atau disebut Land Surface Temperature (LST). Bandung yang dijuluki kota kembang memiliki banyak taman-taman kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran taman sebagai efek pendinginan dan kondisi lanskap taman di Kota Bandung. Metode yang digunakan kuantitatif dengan proses analisisnya melalui GIS dalam ambil data spasial dan Regresi Linier untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya variabel bebas (efek pendinginan dan kondisi lanskap taman) terhadap variabel LST. Hasilnya bahwa taman berperan dalam mempengaruhi suhu permukaan lahan dilihat melalui Uji F dengan nilai 17,311 untuk FHitung > FTabel nilainya 4,54, dengan persentase yang mampu menjelaskan dari var. bebas ke var. terikatnya 91,9%. Variabel yang mempunyai pengaruh dengan urutan tertinggi ke terendah meliputi Park Cooling Gradient, Shanon Diversity Index, Park Cooling Area, Landscape Shape Index, Proporsi area biru taman dan Park Cooling Efficiency. Sedangkan variabel Proporsi area perkerasan taman dan Proporsi area hijau taman pengaruhnya sedikit atau dengan nilai RSquare < 0,01. Adapun taman yang memiliki nilai diatas rata-rata pada seluruh variabel efek pendinginan taman terdapat pada taman klasifikasi ukuran kecil yaitu Taman Bobotoh. Sedangkan taman kecil lainnya dan taman besar dengan kondisi tiga variabel tamannya di atas rata-rata yaitu Taman Sukajadi (kecuali var. Park Cooling Gradient) dan Taman Tegalega (kecuali var. Park Cooling Efficiency). Karakteristik pendinginan taman besar mampu memberikan intensitas pendinginannya yang besar rata-rata > 1oC dengan laju peningkatan tinggi, dan area layanan pendinginannya sedikit dan kurang efisien. Adapun taman kecil yang didukung oleh kondisi sekitar dengan adanya seperti jaringan infrastruktur hijau dari perkarangan, jalur hijau, dan selainnya, memberikan keunggulannya pada nilai efisiensi pendinginan taman, dengan terbatasnya luasan taman namun mampu memberikan area efek pendinginannya lebih luas. Dengan begitu taman memiliki peran yang baik dalam menghadapi fenomena tersebut, walaupun taman ukuran besar (>1 ha) signigfikan mengurangi nilai LST pada intensitas pendinginan taman, namun karena keterbatasannya ruang yang sudah padat di Kota Bandung, maka taman-taman berukuran kecil dapat menjadi solusi agar terciptanya kenyamanan warga untuk tinggal di Kota Bandung yang didukung juga pada konektivitas infrastruktur hijau maupun area biru atau disebut juga dengan elemen air seperti sungai, kolam dan sebagainya.
Perpustakaan Digital ITB