ABSTRAK Adipati Satya Hartono
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Adipati Satya Hartono
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Adipati Satya Hartono
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Adipati Satya Hartono
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Adipati Satya Hartono
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Adipati Satya Hartono
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Adipati Satya Hartono
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Adipati Satya Hartono
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Adipati Satya Hartono
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Kawasan inti Transit Oriented Development Lebak Bulus di Jakarta Selatan
memperlihatkan paradoks pemanfaatan ruang. Lokasi yang telah terlayani Moda
Raya Terpadu, TransJakarta, dan akses jalan tol justru masih didominasi perumahan
dinas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan intensitas
rendah, sementara harga hunian vertikal di sekitarnya mencapai Rp19 sampai Rp28
juta per meter persegi. Nilai lahan pada inti kawasan transit tidak lagi sesuai dengan
pemanfaatan eksistingnya. Studi ini menata ulang aset negara seluas 5,8 hektare
melalui intensifikasi ruang yang menyisakan lahan untuk menyediakan hunian
vertikal terjangkau bagi 63 keluarga penyewa, 18 squatters, dan 159 keluarga
aparatur sipil negara, tanpa pembebasan lahan dan tanpa menghilangkan hak tinggal
mereka. Kebaruan studi terletak pada penerapan internalisasi kenaikan nilai lahan
(land value capture) untuk peremajaan rumah dinas berstatus Barang Milik Negara
dengan pola kepemilikan majemuk di kawasan transit, berbeda dengan peremajaan
kolektif yang umumnya dibahas pada lahan privat bernilai tinggi.
Studi bertujuan merancang ulang penggunaan lahan kawasan perumahan PUPR
agar sesuai dengan nilai lahannya melalui konsolidasi lahan sesuai prinsip
perancangan kawasan berorientasi transit. Pendekatan bersifat deskriptif deduktif
dengan desain metode campuran convergent parallel serta metode perancangan
fragmental. Data primer dihimpun melalui observasi lapangan dan wawancara semi
terstruktur terhadap empat narasumber, sedangkan data sekunder berasal dari
dokumen tata ruang, citra satelit bangunan, serta data kependudukan dan
kepemilikan lahan. Analisis dilaksanakan berjenjang, mencakup identifikasi
kondisi kawasan, perhitungan konsolidasi lahan melalui dua pendekatan, simulasi
kelayakan finansial melalui arus kas terdiskonto selama 42 tahun, serta
penerjemahan delapan elemen perancangan kota menjadi rancangan kawasan.
Hasil identifikasi menunjukkan dominasi Barang Milik Negara sebesar 68,2 persen
sehingga konsolidasi berlangsung dengan akuisisi minimum. Konsolidasi lahan
menghasilkan kebutuhan 344 unit hunian yang mengakomodasi seluruh kelompok
penghuni. Sebanyak 97,30 persen pemilik perorangan berstatus surplus sehingga
apartemennya bersifat swadana dan tidak menambah beban pinjaman pemerintah.iv
Uji kelayakan finansial pada tingkat diskonto 18 persen menghasilkan nilai bersih
sekarang positif, yaitu Rp45,50 miliar tanpa pinjaman dan Rp66,45 miliar pada
rasio pinjaman 80 persen, dengan rasio penutupan layanan utang di atas satu sejak
tahun pertama dan pelunasan pinjaman pada tahun 2043. Pada aspek kelembagaan,
struktur dua badan berupa Badan Layanan Umum untuk hunian sewa milik negara
dan perseroan terbatas khusus untuk kawasan komersial dinilai paling seimbang,
sedangkan rancangan kawasan mencapai Koefisien Lantai Bangunan 6,60 hingga
9,90 dengan fungsi campuran serta jaringan pejalan kaki dan ruang terbuka menerus
menuju simpul transit.
Perpustakaan Digital ITB