digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Naomi Ivana Tarigan
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pemerintah menargetkan swasembada garam nasional melalui pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan merencanakan dimensi bangunan air tambak garam, meliputi pipa intake, bak penenang, pelimpah, serta saluran irigasi. Berdasarkan analisis neraca air dan massa, kebutuhan debit intake untuk memenuhi target produksi 206.000 ton/tahun adalah sebesar 0,724 m³/dt. Analisis Life Cycle Cost (LCC) menunjukkan diameter pipa optimal adalah pipa hisap dan dorong DN 800 mm. Energi aliran pompa diredam menggunakan bak penenang berdimensi 12,50 m x 3,60 m x 2,00 m. Jaringan distribusi menggunakan saluran trapesium, 558 unit pelimpah tipe drop inlet uPVC, dan pintu klep 0,50 m pada pembuang. Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek diestimasi sebesar Rp1,34 triliun. Berdasarkan analisis finansial dengan asumsi harga garam Rp1.500/kg, proyek ini dinilai sangat layak secara ekonomi dengan NPV Rp749,21 miliar, IRR 14,94%, BCR 1,38, dan masa balik modal 9,50 tahun.