Pemerintah menargetkan swasembada garam nasional melalui pembangunan
Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi dan merencanakan dimensi bangunan air tambak garam,
meliputi pipa intake, bak penenang, pelimpah, serta saluran irigasi. Berdasarkan
analisis neraca air dan massa, kebutuhan debit intake untuk memenuhi target
produksi 206.000 ton/tahun adalah sebesar 0,724 m³/dt. Analisis Life Cycle Cost
(LCC) menunjukkan diameter pipa optimal adalah pipa hisap dan dorong DN 800
mm. Energi aliran pompa diredam menggunakan bak penenang berdimensi 12,50
m x 3,60 m x 2,00 m. Jaringan distribusi menggunakan saluran trapesium, 558 unit
pelimpah tipe drop inlet uPVC, dan pintu klep 0,50 m pada pembuang. Rencana
Anggaran Biaya (RAB) proyek diestimasi sebesar Rp1,34 triliun. Berdasarkan
analisis finansial dengan asumsi harga garam Rp1.500/kg, proyek ini dinilai sangat
layak secara ekonomi dengan NPV Rp749,21 miliar, IRR 14,94%, BCR 1,38, dan
masa balik modal 9,50 tahun.
Perpustakaan Digital ITB