Kualitas udara dipengaruhi oleh sumber emisi. Salah satu contoh sumber emisi
adalah kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor tersebut mengemisikan gas
nitrogen dioksida (NO2) di jalan raya. Pengukuran kualitas udara dilakukan
dengan menyebarkan alat-alat sampler konsentrasi kualitas udara di sepanjang
jalan yang diamati. Penyebaran alat sampler tersebut dilakukan secara acak.
Karena penyebaran alat sampler yang acak, data kualitas udara tersebut berupa
data diskrit dan acak. Untuk mendapatkan informasi distribusi kualitas udara
yang lengkap dan teratur secara spasial, diperlukan suatu metode interpolasi
spasial. Sedangkan untuk memperoleh informasi kualitas udara menyerupai
keadaan udara yang sebenarnya, diperlukan suatu metode interpolasi spasial
terbaik. Metode interpolasi spasial terbaik didapatkan dengan membandingkan
beberapa metode interpolasi spasial. Metode interpolasi yang dibandingkan adalah
metode kriging, radial basis function, inverse distance to power, dan moving
average. Hasil interpolasi dari keempat metode tersebut dibandingkan lewat uji
ketelitian dan uji perbandingan dengan data hasil ukuran.. Dari hasil penelitian
diperoleh metode interpolasi terbaik untuk mendapatkan informasi kualitas udara
adalah metode kriging dan metode inverse distance to power.
Perpustakaan Digital ITB