digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Enzim superoksida dismutase (SOD) merupakan enzim antioksidan yang berperan penting dalam menjaga homeostasis tubuh melalui regulasi keseimbangan kadar reactive oxygen species (ROS). Peningkatan kadar ROS secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Berbagai jenis SOD ditemukan memiliki aktivitas yang berbeda-beda dalam kondisi yang diakibatkan oleh stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas dua jenis protein SOD, yaitu MnSOD dan Cu/ZnSOD, yang telah dirancang sebelumnya oleh Laboratorium Bioteknologi Farmasi ITB sebagai kandidat agen dalam mempercepat penyembuhan luka secara in vitro menggunakan metode scratch assay pada sel fibroblas 3T3. Sebelum dilakukan pengujian aktivitas penyembuhan luka, kedua protein terlebih dahulu diuji aktivitas antioksidannya secara kuantitatif menggunakan metode kolorimetri nitro blue tetrazolium (NBT) assay. Hasil scratch assay menunjukkan bahwa persentase penutupan luka tertinggi diperoleh pada perlakuan MnSOD selama 24 jam, yaitu sebesar 44,119%. Meskipun MnSOD menunjukkan persentase penutupan luka tertinggi, perbedaan aktivitas penyembuhan luka antara MnSOD dan Cu/ZnSOD tidak signifikan secara statistik.