digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Biaya produksi langsung di divisi Concentrating PT Freeport Indonesia (PTFI) telah terbukti mengalami peningkatan sebanyak 29.3% (USD32juta) antara 2009 dan 2013, di saat di mana tingkat produksi justru menurun dari rata-rata 230 ktpd ke 170 ktpd. Bersamaan dengan menurunnya harga tembaga dan emas sejak 2011, semua ini mempengaruhi keuntungan dan marjin PTFI secara negatif. Investigasi awal untuk mengidentifikasi sumber kenaikan pengeluaran dilakukan menggunakan grafik Pareto. Melalui analisa ini, diidentifikasi bahwa 92.8% dari peningkatan biaya produksi disebabkan oleh komponen biaya Materials (53.4%) dan Grinding Balls (39.4%). Di komponen biaya Materials, ditemukan 84.7% dari peningkatan biaya disebabkan oleh empat elemen biaya: Liners, Electrical Motors, Feeders/Pans/Aprons, dan Flotation Cells. Di komponen biaya Grinding Balls, mayoritas peningkatan biaya disebabkan oleh kenaikan harga sebanyak 12.6% dan peningkatan jumlah pembelian “Premix” Grinding Balls. Defisiensi di dalam proses bisnis masing-masing elemen biaya diinvestigasi lebih lanjut menggunakan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) yang dilakukan dalam grup forum diskusi (FGD). Diidentifikasi delapan kegagalan proses bisnis yang berkontribusi signifikan terhadap naiknya biaya produksi sebanyak USD11.2 juta per tahun. Delapan solusi diformulasikan untuk mengatasi kenaikan biaya produksi ini: 1. Peninjauan rutin performa liner soleh Komite Peninjauan Desain Liner. 2. Perbaikan akurasi dan luas cakupan pada proses inspeksi millliners. 3. Meningkatkan kualitas perbaikan (rebuild) Electrical motors di fasilitas LIP. 4. Mengurangi resiko paparan kelembaban/lumpur bagi motor di Concentrating. 5. Mengimplementasikan strategi operasional Feeders yang lebih berkelanjutan. 6. Memperbaiki prosedur inspeksi dan prediksi umur Flotation Cells. 7. Memperbaiki kualitas pemasangan suku cadang di Flotation Cells. 8. Memperbaiki akurasi dan komunikasi dari perkiraan penggunaan dan suplai Grinding Balls. Rencana implementasi yang menyeluruh juga telah diformulasikan dan melibatkan pembentukan Komite Perbaikan Biaya Concentrating.