Lingkungan perkotaan dengan kepadatan tinggi, kebisingan, dan ritme hidup yang
cepat dapat memicu urban stress dan menurunkan kualitas hidup masyarakat urban.
Kebutuhan akan medium ruang yang mendukung pemulihan semakin relevan
seiring berkembangnya wisata kesehatan, yang menuntut pengalaman ruang tidak
hanya rekreatif tetapi juga terarah.
Tugas Akhir ini mengusulkan perancangan interior wellness resort di Kepulauan
Seribu sebagai sarana restorasi psikologis bagi masyarakat urban Jakarta. Tujuan
perancangan adalah membentuk pengalaman ruang yang memandu pengguna dari
kondisi tegang menuju tenang dan pulih melalui rangkaian fasilitas wellness yang
terintegrasi.
Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi
literatur, studi pembanding, analisis tapak dan karakter pengguna, serta sintesis
program ruang dan kriteria perancangan. Konsep “Stillness Between Tides”
menerjemahkan ritme pasang–surut sebagai urutan pengalaman ruang. Pendekatan
salutogenic diterapkan dengan mengoperasionalkan Sense of Coherence melalui
keterbacaan sirkulasi dan wayfinding, kontrol pengguna terhadap privasi serta
tingkat stimulus, dan pengalaman bermakna melalui keterhubungan dengan elemen
alam. Implementasi desain diwujudkan melalui strategi pencahayaan dan
penghawaan alami, pemilihan material alami yang sesuai iklim pesisir,
pengendalian akustik, serta pemisahan alur servis. Rancangan ini diharapkan
menjadi model lingkungan interior yang berperan sebagai medium dalam
mendukung pencapaian well-being, kebugaran, dan kebiasaan hidup sehat.
Perpustakaan Digital ITB