digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Knowledge-action gap menjadi tantangan edukasi lingkungan di Sekolah Dasar. Penyampaian materi di kelas belum berdampak nyata pada perilaku siswa. Di sisi, lain siswa kelas 4-5 SD yang memasuki tahap operasional konkret memerlukan scaffolding berbasis aktivitas fisik, sensori, visual, dan kompetitif. Meski beberapa komunitas di Kota Bandung sudah memiliki program non-formal yang kontekstual dengan isu Sungai Cikapundung, namun belum ada panduan pedagogis yang menjembatani pembelajaran formal dan non-formal tersebut. Penelitian ini merancang toolkit melalui proses Design Thinking. Proses ideasi dan prototipe menghasilkan toolkit dengan empat purwarupa media pembelajaran (Foto Puzzle, Model Sungai, Main Peran, dan Cerdas Cermat) yang dievaluasi menggunakan kerangka AEIOU Responses. Hasil evaluasi bersama siswa, guru, dan komunitas menghasilkan iterasi pertama toolkit "Kenal Cikapundung!". Toolkit ini memuat panduan ajar dan activity book untuk siswa mengeksplorasi setelah pembelajaran. Luaran penelitian ini dapat menjadi referensi model panduan edukasi sungai lokal yang kontekstual dan adaptif.