Knowledge-action gap menjadi tantangan edukasi lingkungan di Sekolah Dasar.
Penyampaian materi di kelas belum berdampak nyata pada perilaku siswa. Di sisi,
lain siswa kelas 4-5 SD yang memasuki tahap operasional konkret memerlukan
scaffolding berbasis aktivitas fisik, sensori, visual, dan kompetitif. Meski beberapa
komunitas di Kota Bandung sudah memiliki program non-formal yang kontekstual
dengan isu Sungai Cikapundung, namun belum ada panduan pedagogis yang
menjembatani pembelajaran formal dan non-formal tersebut. Penelitian ini
merancang toolkit melalui proses Design Thinking. Proses ideasi dan prototipe
menghasilkan toolkit dengan empat purwarupa media pembelajaran (Foto Puzzle,
Model Sungai, Main Peran, dan Cerdas Cermat) yang dievaluasi menggunakan
kerangka AEIOU Responses. Hasil evaluasi bersama siswa, guru, dan komunitas
menghasilkan iterasi pertama toolkit "Kenal Cikapundung!". Toolkit ini memuat
panduan ajar dan activity book untuk siswa mengeksplorasi setelah pembelajaran.
Luaran penelitian ini dapat menjadi referensi model panduan edukasi sungai lokal
yang kontekstual dan adaptif.
Perpustakaan Digital ITB