digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Eleanor Cordelia
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Pelabuhan Indonesia menghadapi permasalahan mendasar pada proses inspeksi kontainer dengan pemeriksaan fisik bagian luar yang masih sepenuhnya manual, sementara data hasil pemindaian X-Ray vendor tersimpan secara terisolasi (silo) dan tidak terintegrasi dengan Terminal Operating System (TOS) Nusantara maupun sistem kepabeanan Bea Cukai. Kondisi ini menyebabkan ketiadaan audit trail terpusat, lemahnya standarisasi data lintas entitas, serta absennya instrumen pemantauan Service Level Agreement (SLA) dari sisi Pelindo, yang pada akhirnya memicu antrean truk di Gate Out dan meningkatkan risiko operasional pelabuhan. Penelitian ini merancang kerangka tata kelola berbasis COBIT-Like untuk sistem inspeksi kargo digital terintegrasi bernama Cargovision menggunakan Double Diamond Framework dan Iterative Development, diselaraskan dengan standar COBIT 2019, ITIL 4, dan ISO 27001. Pemilihan solusi menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) menghasilkan model Tata Kelola Terpadu berbasis COBIT–ITIL sebagai alternatif terbaik dengan skor 93%. Solusi tata kelola mencakup pengaturan penggunaan komponen kecerdasan buatan untuk deteksi kerusakan fisik kontainer dan pemanfaatan API Gateway sebagai Anti-Corruption Layer berbasis pola Adapter untuk menstandarisasi payload data vendor. Tata kelola diperkuat melalui empat parameter SLA yang diturunkan dari dokumen Business Continuity Plan (BCP) IPC TPK, yaitu waktu respons API maksimal 2 detik, uptime di atas 99,5%, Mean Time to Restore maksimal 4 jam, dan integritas log data 100%. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif terhadap delapan belas dokumen internal resmi IPC TPK dan secara kualitatif melalui expert judgement tiga praktisi terminal peti kemas. Berdasarkan matriks risiko, pemetaan kontrol, dan expert judgement, rancangan tata kelola yang diusulkan menurunkan estimasi risiko gangguan TI dan kerusakan alat dari kategori Tinggi menjadi Sedang. Rancangan ini juga menunjukkan arah peningkatan Maturity Level TI dari Level 2 (Terkelola) menuju Level 3 (Terdefinisi) pada domain DSS02, MEA01, dan APO03 dalam kerangka COBIT 2019.