Penelitian ini membahas Brodo, brand UMKM alas kaki Indonesia yang awalnya
dikenal melalui sepatu kulit pria dan kemudian melakukan diversifikasi ke kategori
sneakers dan sport. Meskipun tingkat awareness terhadap kategori baru tersebut
cukup tinggi, kontribusinya terhadap penjualan relatif rendah karena konsumen
masih mengasosiasikan Brodo sebagai brand sepatu kulit. Kondisi ini menunjukkan
belum adanya brand positioning yang dirancang berdasarkan persepsi konsumen.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi atribut yang digunakan
konsumen dalam menilai preferensi brand alas kaki, memetakan posisi Brodo
dibandingkan kompetitor, serta merancang strategi brand positioning berdasarkan
persepsi konsumen.
Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 119 responden valid yang menilai
kemiripan dan atribut delapan brand alas kaki pada sembilan atribut. Analisis
dilakukan menggunakan multidimensional scaling (MDS) untuk membentuk
perceptual map, kemudian dilanjutkan dengan external preference mapping
melalui regresi OLS untuk menentukan label dimensi.
Hasil penelitian menunjukkan model perceptual map dua dimensi dengan nilai
Stress-1 7,06% dan R-square 0,8139 yang menunjukkan kesesuaian model cukup.
Dimensi pertama diberi label Sportiness, sedangkan dimensi kedua diberi label
Perceived Value yang merupakan sintesis atribut Social Prestige, Product Quality,
Brand Image, dan Comfort. Brodo berada pada zona kompetitif yang sama dengan
Compass, Aerostreet, dan Diadora. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan
strategi brand positioning more-for-the-same dengan memperkuat Perceived Value
serta meningkatkan Sportiness secara terbatas. Sebagai usulan, dirancang strategi
bisnis yang dapat diadopsi Brodo untuk mencerminkan brand positioning yang
dipilih, mulai dari perluasan target pasar, hingga usulan pengembangan kategori
produk Hybrid Sneakers.
Perpustakaan Digital ITB