digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini membahas Brodo, brand UMKM alas kaki Indonesia yang awalnya dikenal melalui sepatu kulit pria dan kemudian melakukan diversifikasi ke kategori sneakers dan sport. Meskipun tingkat awareness terhadap kategori baru tersebut cukup tinggi, kontribusinya terhadap penjualan relatif rendah karena konsumen masih mengasosiasikan Brodo sebagai brand sepatu kulit. Kondisi ini menunjukkan belum adanya brand positioning yang dirancang berdasarkan persepsi konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi atribut yang digunakan konsumen dalam menilai preferensi brand alas kaki, memetakan posisi Brodo dibandingkan kompetitor, serta merancang strategi brand positioning berdasarkan persepsi konsumen. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 119 responden valid yang menilai kemiripan dan atribut delapan brand alas kaki pada sembilan atribut. Analisis dilakukan menggunakan multidimensional scaling (MDS) untuk membentuk perceptual map, kemudian dilanjutkan dengan external preference mapping melalui regresi OLS untuk menentukan label dimensi. Hasil penelitian menunjukkan model perceptual map dua dimensi dengan nilai Stress-1 7,06% dan R-square 0,8139 yang menunjukkan kesesuaian model cukup. Dimensi pertama diberi label Sportiness, sedangkan dimensi kedua diberi label Perceived Value yang merupakan sintesis atribut Social Prestige, Product Quality, Brand Image, dan Comfort. Brodo berada pada zona kompetitif yang sama dengan Compass, Aerostreet, dan Diadora. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan strategi brand positioning more-for-the-same dengan memperkuat Perceived Value serta meningkatkan Sportiness secara terbatas. Sebagai usulan, dirancang strategi bisnis yang dapat diadopsi Brodo untuk mencerminkan brand positioning yang dipilih, mulai dari perluasan target pasar, hingga usulan pengembangan kategori produk Hybrid Sneakers.