PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memproduksi pesawat CN-235 melalui proses
integrasi fuselage yang melibatkan banyak aktivitas kompleks seperti perakitan,
inspeksi, serta penanganan defect dan rework. Proses ini mengalami deviasi jadwal
yang signifikan, ditandai dengan keterlambatan mulainya task sebesar 183 hari dan
keterlambatan penyelesaian hingga 97 hari dari target yang ditetapkan. Kondisi ini
disebabkan oleh rendahnya granularitas pencatatan aktivitas produksi yang hanya
dilakukan pada level operasi tanpa merekam kejadian pada level job ticket, serta
pengambilan keputusan pengendalian produksi yang bersifat reaktif akibat
rendahnya visibilitas kondisi aktual shop floor dan penanganan defect yang tidak
terdokumentasi.
Penelitian ini bertujuan merancang sistem Production Activity Control (PAC)
berbasis digital model untuk menjawab permasalahan operasional yang ada pada
proses integrasi fuselage CN-235. Sistem dikembangkan menggunakan metodologi
Rapid Application Development (RAD), yang mencakup identifikasi kebutuhan
pengguna, perancangan proses bisnis usulan, pengembangan modul, serta
verifikasi, validasi, dan user testing.
PAC yang dirancang terdiri atas empat modul, yaitu Shop Floor Data Collection
(SFDC), Digital Reporting System, dashboard berbasis digital model, dan simulasi
berbasis Discrete Event Simulation (DES). SFDC mencatat aktivitas produksi pada
level job ticket, sedangkan Digital Reporting System mengelola findings, NCR, dan
tindak lanjut defect. Dashboard menyediakan visibilitas produksi melalui enam
KPI utama, yaitu schedule adherence, utilization efficiency, quality ratio, reject
ratio, rework ratio, dan worker efficiency, serta visualisasi spasial status pekerjaan
dan NCR pada representasi digital pesawat CN-235. Modul simulasi digunakan
untuk mengevaluasi skenario produksi dan mendukung keputusan perencanaan.
Hasil verifikasi dan validasi menunjukkan bahwa seluruh kebutuhan fungsional
serta kebutuhan nonfungsional yang termasuk dalam ruang lingkup penelitian telah
terpenuhi. Secara finansial, proyek ini layak diimplementasikan dengan nilai NPV
sebesar Rp62.493.452, IRR sebesar 17,4%, dan payback period selama 3,27 tahun.
Sistem PAC yang dirancang diharapkan dapat meningkatkan visibilitas proses
produksi, mempercepat penanganan defect, serta mendukung pengambilan
keputusan yang lebih responsif dan berbasis data pada lingkungan manufaktur
kedirgantaraan dengan kompleksitas tinggi.
Perpustakaan Digital ITB