ABSTRAK
PERANCANGAN SISTEM LAYANAN TERINTEGRASI
MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA
SERVICE COMPUTING SYSTEM ENGINEERING
(Studi Kasus: Direktorat Pengendalian Usaha Pemanfaatan Hutan)
Oleh
Dicky Rinaldy
NIM: 23220099
(Program Studi Magister Teknik Elektro)
Keberadaan layanan TI dalam mendukung proses bisnis menjadi suatu keharusan
pada organisasi modern saat ini, dengan tujuan utama untuk menjaga eksistensi
organisasi supaya tetap dapat mengikuti perkembangan zaman. Layanan TI
merupakan perangkat lunak yang dapat menyediakan kemampuan untuk memenuhi
proses bisnis pada organisasi. Pada praktiknya, pengembangan layanan TI sangat
bergantung dengan ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi dalam
pengembangan perangkat lunak. Meskipun keterbatasan ini dapat diselesaikan
dengan cara melibatkan pihak eksternal (external outsourcing) sebagai
pengembang perangkat lunak. Namum pendekatan ini memiliki kekurangan, yaitu
berpotensi ditemukan ketidaksesuaian antara spesifikasi dengan hasil
pengembangan dikarenakan pihak eksternal kurang memahami proses bisnis
organisasi. Oleh karena itu, organisasi perlu menyediakan rancangan sistem yang
dapat dipahami oleh pihak eksternal.
Sejalan dengan semangat transformasi pengelolaan hutan, Direktorat PUPH perlu
meningkatkan layanan konvensional ke layanan TI. Untuk memenuhinya,
Direktorat PUPH harus menyediakan dokumen rancangan layanan TI sebagai dasar
pengembangan layanan TI. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem
layanan terintegrasi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai pedoman
pengembangan sistem layanan TI oleh pihak eksternal. SCSE Framework dipilih
sebagai panduan dalam merancang sistem layanan TI. Rancangan yang dihasilkan
dievaluasi dengan empat prinsip SOA, yaitu: coupling, cohesion, complexity dan
reusability. Berdasarkan hasil pengujian rancangan sistem telah memenuhi kaidah
SOA yaitu, nilai coupling factor sebesar 0.006 menunjukkan ketergantungan antar
layanan rendah, cohesion factor 0.723 menunjukkan hubungan antar operasi tinggi,
complexity factor 0.008 menunjukkan kompleksitas rendah dan reusability factor
2,353 menunjukkan reusable.
Rancangan sistem layanan TI yang dihasilkan telah digunakan sebagai pedoman
dalam pengembangan oleh pihak eksternal, berdasarkan hasil monitoring proyek,
rancangan sistem dapat menjadi kartu kendali pengembangan layanan TI baik oleh
ii
pihak Direktorat maupun pihak eksternal. Kemudian layanan TI yang dihasilkan
dilakukan uji kinerja melalui UAT, berdasarkan usability factor menunjukkan hasil
penilaian pengguna rata-rata puas terhadap layanan TI yang telah dikembangkan.
Kata Kunci: Layanan TI, SOA, SCSE.
Perpustakaan Digital ITB