digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Hana Salsabila
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Perkebunan kelapa sawit Indonesia merupakan perkebunan terbesar di seluruh dunia. Sektor ini menyumbangkan produk domestik bruto (PDB) yang tinggi bagi Indonesia. Namun, sektor ini masih dihadapkan pada tantangan keselamatan dan kesehatan Kerja (K3). Tingkat kecelakaan kerja (KK) di sektor perkebunan mencapai 60,5% dari total kasus nasional. Penyakit akibat kerja (PAK) juga tidak luput dari perhatian walaupun terjadi underreporting di Indonesia. Kondisi ini juga disebabkan oleh pekerjaan di perkebunan yang masih padat karya dan minim penggunaan teknologi. Selain itu, tidak adanya panduan resmi terkait implementasi K3 di perkebunan kelapa sawit di Indonesia juga berkontribusi pada hal ini. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko KK dan PAK yang dihadapi pekerja perkebunan kelapa sawit dan merancang panduan pencegahan yang relevan. Pada penelitian ini, data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, job hazard analysis (JHA), dan focus group discussion (FGD) dengan berbagai pemangku kepentingan. Data FGD yang diperoleh selanjutnya diolah melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi faktor risiko yang ada dan perumusan intervensi yang dibutuhkan. Perancangan panduan dilakukan dengan benchmark panduan terkait K3 yang relevan. Panduan kemudian divalidasi oleh stakeholder untuk memperoleh feedback sebagai perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan beragam faktor risiko yang dihadapi pekerja, meliputi safety hazard (misal: penggunaan alat tajam), ergonomic hazard (misal: postur janggal), psychosocial hazard (misal: tekanan manajerial), biological hazard (misal: gigitan serangga), chemical hazard (misal: pestisida), dan physical hazard (paparan suhu panas). Faktor risiko ini berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal, masalah pernapasan, hingga cedera langsung. Berdasarkan temuan dalam penelitian, dihasilkan panduan pencegahan KK dan PAK di perkebunan kelapa sawit dengan tujuh elemen utama program K3. Panduan ini telah mendapatkan respons positif dari stakeholder dan diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan KK dan PAK.