digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sektor ketenagalistrikan menghadapi tuntutan untuk menurunkan emisi GRK guna mendukung pencapaian target NZE 2060. PT Algatek Karbon Nusantara menyediakan teknologi carbon capture and utilization (CCU) berbasis mikroalga melalui fotobioreaktor (PBR), tetapi belum memiliki model bisnis untuk pelanggan pembangkit listrik dalam jangka panjang. Skema penjualan masih disesuaikan dengan setiap proyek menyebabkan ketidakjelasan pembagian tanggung jawab, struktur pendapatan dan biaya, serta kelayakan investasi bagi pihak yang terlibat. Penelitian ini bertujuan merancang alternatif model bisnis berbasis sistem produkjasa dan model finansial proyek Microalgae Carbon Capture and Utilization pada kolaborasi PT Algatek Karbon Nusantara dengan pembangkit listrik milik negara. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi literatur, wawancara mendalam, analisis tematik, perumusan Value Proposition Canvas, Business Model Canvas, dan alternatif model bisnis dengan sistem produk-jasa. Sedangkan, metode penelitian yang digunakan untuk model finansial adalah perancangan model laporan keuangan dan arus kas, analisis kelayakan finansial menggunakan indikator NPV, IRR, dan payback period, perbandingan alternatif model bisnis, pengusulan parameter harga jasa dan lama kontrak setiap alternatif, serta pemodelan ketidakpastian jumlah penangkapan CO? menggunakan simulasi Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan membutuhkan teknologi yang dapat diintegrasikan tanpa mengganggu operasi pembangkit, data kinerja yang valid dan transparan, sistem monitoring jarak jauh, respons vendor yang cepat, fleksibilitas skema kerja sama, serta pengelolaan hasil samping. Berdasarkan kebutuhan tersebut, dirancang proposisi nilai berupa layanan konsultasi, monitoring dashboard interaktif, dukungan teknisi di lapangan, pilihan kerja sama tanpa investasi awal, serta layanan pengelolaan hasil samping. Proposisi nilai tersebut diterjemahkan ke dalam empat jenis sistem produk-jasa, yaitu product lease, activity management or outsourcing, pay per service unit, dan functional result. Kombinasi keempat skema dengan pemanfaatan biomassa untuk co-firing atau sebagai soil booster menghasilkan delapan alternatif model bisnis. Hasil evaluasi finansial menunjukkan bahwa seluruh alternatif co-firing tidak layak. Alternatif product lease-soil booster direkomendasikan dengan harga jasa Rp196.645.264 per tahun selama 20 tahun, IRR Algatek sebesar 18,76%, dan NPV pemilik sumber emisi sebesar Rp86.251.001,80.