digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

kemandirian anak dalam aktivitas sehari-hari. Pada anak dengan Down Syndrome, kemampuan motorik halus umumnya berkembang lebih lambat akibat kondisi hipotonia otot, keterbatasan koordinasi, serta kontrol gerak yang belum optimal. Kondisi ini berdampak pada kesulitan anak dalam melakukan aktivitas fungsional seperti menggenggam, menjepit, menulis, dan keterampilan perawatan diri. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa permainan puzzle dapat membantu melatih koordinasi tangan dan mata serta meningkatkan konsentrasi anak, sementara media buku bergambar efektif dalam menarik perhatian visual anak dengan Down Syndrome. Namun, sebagian besar penelitian tersebut masih memposisikan puzzle dan buku sebagai media yang terpisah, sehingga potensi integrasi keduanya sebagai media pembelajaran interaktif belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media edukasi interaktif berupa buku berbasis aktivitas puzzle sebagai sarana pelatihan motorik halus bagi anak dengan Down Syndrome usia 7–13 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode perancangan berbasis pengguna melalui kerangka Double Diamond, serta memanfaatkan pendekatan kreatif SCAMPER dalam pengembangan konsep media. Dibandingkan dengan penelitian sejenis yang menggunakan puzzle atau buku sebagai media terpisah, rancangan media dalam penelitian ini menawarkan pendekatan integratif yang lebih kontekstual dengan aktivitas kehidupan sehari-hari anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada perancangan media edukasi interaktif berbasis buku yang secara khusus disesuaikan dengan karakteristik perkembangan motorik dan kognitif anak dengan Down Syndrome, baik dari aspek visual, mekanisme interaksi, maupun struktur aktivitas. Penelitian ini memberikan sumbangan terhadap khazanah ilmu pengetahuan di bidang desain interaksi dan media edukasi inklusif, serta berkontribusi sebagai referensi perancangan media pembelajaran berbasis bermain yang adaptif bagi anak berkebutuhan khusus.