Pexa Medika merupakan lembaga bimbingan belajar daring yang bergerak di bidang persiapan seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Seiring pertumbuhan perusahaan, Pexa Medika menghadapi dua permasalahan utama yakni belum adanya perumusan dan pemetaan strategi secara terstruktur, serta belum tersedianya sistem pengukuran kinerja yang komprehensif dan sistematis. Kondisi ini menyebabkan arah inisiatif perusahaan masih bertumpu pada intuisi Chief Executive Officer (CEO) dan evaluasi kinerja hanya bergantung pada indikator finansial tunggal berupa pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang peta strategi berbasis Balanced Scorecard (BSC) serta Key Performance Indicators (KPI) yang selaras dengan strategi Pexa Medika sebagai fondasi sistem manajemen kinerja perusahaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara komplementer. Pengumpulan data dilakukan melalui unstructured interview dan in-depth interview bersama CEO dan CFO Pexa Medika, focus group discussion (FGD), kuesioner evaluasi KPI, studi literatur, dan studi dokumentasi. Identifikasi strategi perusahaan dilakukan secara induktif menggunakan pendekatan affinity-based grouping terhadap hasil wawancara untuk menghasilkan strategi yang tervalidasi. Strategi tersebut kemudian diturunkan menjadi objektif strategis yang dipetakan ke dalam kerangka BSC melalui empat perspektif: Financial, Customer, Internal Business Process, serta Learning & Growth. Perancangan KPI dilakukan melalui penyusunan KPI usulan berbasis studi literatur, seleksi KPI melalui FGD dengan CEO, evaluasi oleh CEO dan COO, serta penetapan target dan pembobotan KPI melalui FGD bersama CEO.
Penelitian menghasilkan peta strategi yang memuat 16 objektif strategis dari keempat perspektif BSC, yaitu 5 objektif di perspektif Financial, 5 objektif di perspektif Customer, 3 objektif di perspektif Internal Business Process, dan 3 objektif di perspektif Learning & Growth. Peta strategi menggambarkan hubungan sebab-akibat antar objektif dari perspektif Learning & Growth sebagai fondasi hingga perspektif Financial sebagai puncak pencapaian strategis, dan telah divalidasi oleh CEO melalui metode face validity. Dari proses perancangan KPI, dihasilkan 29 KPI final dari keempat perspektif BSC, dilengkapi dengan kamus data yang mendefinisikan setiap KPI secara operasional serta formulir pelaporan kinerja sebagai instrumen pemantauan pencapaian KPI secara berkala.
Perpustakaan Digital ITB