Sebagai salah satu destinasi wisata kota budaya di Indonesia, Kota Surakarta memiliki citra sebagai pusat budaya Jawa dengan slogan “Solo, The Spirit of Java.” Berbagai event dan festival berskala lokal, nasional, hingga internasional yang rutin diselenggarakan telah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, pesatnya pertumbuhan penyelenggaraan event dan festival tersebut perlu dikaji lebih lanjut terkait faktor, pengaruh, serta dampaknya terhadap pembentukan dan penguatan citra Kota Surakarta. Di sisi lain, penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur ruang kota sebagai penunjang aktivitas kreatif dan event belum sepenuhnya mampu mengakomodasi dinamika tersebut apabila ditinjau melalui unsur utama wacana ruang, yaitu space, event, dan movement (S-E-M) sebagaimana dikemukakan oleh Tschumi (1981). Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan perancangan yang mampu merespons hubungan dinamis antara ruang kota, aktivitas event, dan pola pergerakan secara terpadu dan berkelanjutan.
Tesis desain ini bertujuan untuk merancang sarana dan prasarana infrastruktur ruang kota pada kawasan sekitar Jalan Slamet Riyadi–Balaikota Surakarta dengan memperhatikan kebutuhan ruang yang selaras dengan karakter Kota Festival. Perancangan dilakukan dengan menggunakan kerangka teori Space–Event–Movement sebagai dasar dalam merumuskan strategi desain kawasan, sehingga ruang kota tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga adaptif terhadap berbagai skenario aktivitas harian dan event. Strategi desain difokuskan pada pengaturan keterkaitan antara struktur ruang, fleksibilitas fungsi, dan sistem pergerakan guna mendukung keberlangsungan berbagai event dan festival. Hasil tesis desain ini berupa model perancangan kawasan sekitar Jalan Slamet Riyadi–Balaikota Surakarta yang mampu meningkatkan kualitas fisik dan fungsional ruang kota, sekaligus memperkuat citra Kota Surakarta sebagai Kota Festival yang inklusif, dinamis, dan berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB