digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Tsalsa Arbadiennaya
PUBLIC Open In Flipbook Perpustakaan Prodi Arsitektur

Kota Tua Ampenan merupakan kawasan cagar budaya di Pulau Lombok yang berkembang sebagai kota pelabuhan pada masa kolonial dan memiliki nilai sejarah, arsitektur, sosial, serta budaya yang kuat. Namun, seiring perkembangan kota dan tekanan modernisasi, kawasan ini mengalami degradasi kualitas lingkungan fisik dan non-fisik, yang ditandai oleh banyaknya bangunan cagar budaya yang terbengkalai, lemahnya keterhubungan antar elemen ruang kota, minimnya fasilitas penunjang pariwisata, serta rendahnya aktivitas sosial dan ekonomi kawasan. Kondisi tersebut menyebabkan potensi Kota Tua Ampenan sebagai kawasan wisata cagar budaya belum termanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep penataan kawasan inti Kota Tua Ampenan sebagai kawasan wisata cagar budaya dengan menggunakan pendekatan urban acupuncture. Metode yang digunakan adalah metode perancangan fragmental, yang secara substantif dilakukan melalui upaya optimalisasi kinerja kawasan sebagai kawasan wisata cagar budaya. Optimalisasi tersebut didasarkan pada kriteria dan prinsip normatif yang diperoleh melalui sintesis literatur terkait perancangan kota, kawasan wisata, kawasan cagar budaya, serta pendekatan urban acupuncture. Kriteria dan prinsip normatif tersebut kemudian digunakan sebagai acuan dalam merumuskan strategi perancangan yang responsif terhadap potensi dan permasalahan kawasan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan urban acupuncture efektif diterapkan melalui intervensi fragmental yang berskala kecil namun strategis. Prinsip perancangan disintesiskan menjadi tiga konsep utama, yaitu Rediscover Identity, Reconnect Urban Threads, dan Revive Spaces, yang diwujudkan melalui penguatan identitas kawasan, peningkatan konektivitas pejalan kaki, aktivasi ruang publik, serta penerapan adaptive reuse pada bangunan cagar budaya. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode perancangan fragmental berbasis urban acupuncture dalam penataan kawasan kota pelabuhan bersejarah di Indonesia. Penelitian ini berkontribusi sebagai referensi konseptual dan praktis dalam pengembangan kawasan wisata cagar budaya yang berkelanjutan.