digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Shalihah Ramadhanty Nurhaliza
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Industri migas menyumbang Rp500 triliun ke PDB Indonesia pada 2024, menjadikannya vital bagi perekonomian nasional. Salah satu produk kunci adalah BBM jenis solar dengan proyeksi permintaan meningkat hingga 45 juta kl di tahun 2040. PT X berperan penting dalam distribusi solar ke seluruh Indonesia, namun jaringan logistik yang menghubungkan kilang dan terminal menghadapi berbagai tantangan yang menurunkan mutu layanan dan inefisiensi biaya. Penelitian ini menganalisis empat proksi nilai pada jaringan logistik solar, yaitu (1) layanan pengiriman solar ke terminal PT X, (2) deviasi pelayaran, (3) waktu persiapan dan penyelesaian muat, serta (4) waktu persiapan dan penyelesaian bongkar. Tujuan penelitian adalah merancang model dinamika sistem untuk mengembangkan kebijakan kapasitas tangki timbun, target persediaan, jumlah dan jenis kapal, serta aturan volume kargo yang mampu mereduksi inefisiensi biaya logistik solar tanpa mengorbankan keterjaminan suplai solar yang tepat waktu, guna meningkatkan daya saing PT X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik dinamika sistem untuk merepresentasikan interaksi dan efek umpan balik antara kebijakan kapasitas tangki timbun, target persediaan, jumlah dan jenis kapal, serta aturan volume kargo secara dinamis. Model disusun berdasarkan pemetaan rantai nilai, dikembangkan dalam bentuk causal loop diagram dan stock-flow diagram, diverifikasi, divalidasi dan disimulasikan. Setelah simulasi skenario baseline, dilakukan analisis sensitivitas dan perancangan skenario intervensi kebijakan. Lima variabel keputusan yang diuji adalah Desired Parcel Size, Ship Tonnage, Available Ships, Beta in Safety Stock, dan Max Terminal Tank Capacity di Terminal C. Dari 24 skenario yang disimulasikan, skenario 16 terpilih sebagai skenario terbaik berdasarkan penilaian MCDA. Skenario 16 menerapkan kebijakan Desired Parcel Size sesuai kebijakan usulan, penggunaan kapal jenis MR berkapasitas 36.000 kl, nilai Beta in Safety Stock sebesar 0,5, jumlah armada kapal 7 unit, serta penambahan kapasitas tangki timbun Terminal C sebesar 16.000 kl. Skenario ini menghasilkan penurunan Total Terminal Shortage sekitar 69% dibandingkan baseline, penurunan Total Headroom Failure sekitar 80%, serta penurunan Total Shipments from Other Refinery sekitar 10%, dengan Total Ship Shortage sebesar 1,86. Dengan demikian, model yang dihasilkan berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan strategis untuk meningkatkan daya saing PT X.