Perancangan ini bertujuan untuk memperkenalkan mitologi Cindaku sebagai
kepercayaan Suku Kerinci, kepada remaja melalui media buku interaktif berbasis
augmented reality (AR). Latar belakang perancangan didasarkan pada rendahnya
pengetahuan remaja terhadap mitologi daerah Indonesia dan budaya daerahdaerah kecil di Indonesia, sementara minat terhadap media visual interaktif dan
fantasi modern cenderung tinggi. Oleh karena itu, perancangan ini mengadaptasi
mitologi Cindaku ke dalam konsep worldbuilding fantasi yang menggabungkan
unsur budaya, alam, dan spiritualitas. Metode perancangan yang digunakan
meliputi studi pustaka, wawancara, survei lapangan, kuesioner, analisis visual
komparatif, dan analisis semiotika, dan penerapan Double Diamond sebagai
kerangka kerja. Hasil penelitian menemukan bahwa mitologi Cindaku
mengandung nilai budaya, spiritualitas, dan hubungan erat antara manusia dan
alam dalam masyarakat Kerinci. Konsep ini diimplementasikan dalam buku
interaktif berisi worldbuilding animasi yang merepresentasikan integrasi antara
warisan budaya Suku Kerinci, ekosistem alam, dan unsur magis mitologi Cindaku.
Perancangan menghadirkan visualisasi Cindaku sebagai penjaga keseimbangan
alam yang menghadapi konflik ekologis, serta makhluk-makhluk fantasi yang
terinspirasi dari konsep biologis. Teknologi augmented reality digunakan untuk
memberikan pengalaman imersif bagi audiens terhadap narasi dan visual. Melalui
perancangan ini, diharapkan mitologi lokal dapat dikenalkan kepada generasi
muda melalui pendekatan visual yang lebih relevan, edukatif, dan menarik.
Perpustakaan Digital ITB