Kawasan Ekowisata Cimahi memiliki potensi sebagai ruang publik ekologis melalui keberadaan Ecowisata Cimahi (EWIC), Taman Keanekaragaman Hayati, hutan bambu, destinasi wisata lain di sekitarnya, dan aktivitas lokal. Namun, EWIC–Taman Kehati belum terintegrasi secara spasial, fungsional, visual, dan pengalaman ruang, sedangkan akses menuju kawasan belum mendukung keterbacaan, keselamatan, kenyamanan pejalan kaki, dan pengalaman kedatangan. Perancangan ini bertujuan mengintegrasikan EWIC–Taman Kehati sebagai Urban Ecotourism Hub melalui penataan ruang terbuka hijau dan aksesibilitas kawasan untuk memperkuat fungsi edukasi-konservasi, rekreasi, aktivasi lokal, identitas, dan kualitas ruang publik. Perancangan ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan metode prosedural fragmental process. Metode perancangan yang diterapkan meliputi problem solving dan optimizing melalui metode analisis evaluasi semu (pseudo-evaluation) untuk mengidentifikasi kesenjangan (gap) antara prinsip normatif dengan kondisi eksisting. Data diperoleh melalui observasi, pemetaan, dokumentasi, wawancara, studi literatur, dan studi preseden. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruang inti masih terfragmentasi, zonasi aktivitas belum operasional, fasilitas dan aktivitas belum terhubung, jalur pedestrian serta sistem sirkulasi dan parkir belum memadai, signage dan wayfinding belum konsisten, serta lanskap bambu memerlukan perlindungan dan pengendalian aktivitas. Hasil perancangan diwujudkan melalui tema “Terobosan: Ngamumule Awi – Living Ecology of Urban Ecotourism” dengan prinsip Caring Ecology, Connected Journey, dan Living Locality. Strategi desain meliputi pembagian zona aktif–transisi–konservasi, penguatan koridor akses dan pengalaman kedatangan, penyediaan pusat informasi, Bangunan Fasilitas Terpadu, jalur pedestrian dan interpretasi, sistem parkir terkendali, signage–wayfinding, ruang komunal dan Pasar Awi Campernik, serta konservasi hutan bambu dengan desain rendah dampak. Perancangan ini menghasilkan sistem kawasan yang menghubungkan konservasi, edukasi, rekreasi, aksesibilitas, dan kehidupan lokal, sehingga EWIC–Taman Kehati dapat berfungsi sebagai hub ekowisata perkotaan yang terintegrasi, mudah dipahami, beridentitas, dan berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB