Hilangnya serangga bioindikator di kawasan urban merupakan fenomena lingkungan yang terjadi
secara perlahan dan sering kali tidak disadari oleh masyarakat perkotaan. Serangga seperti
kunang-kunang, capung, dan kupu-kupu memiliki peran penting sebagai indikator kualitas lingkungan
hidup serta dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Tugas Akhir ini bertujuan merancang konten
ruang imersif berbasis projection mapping untuk membangun kesadaran masyarakat usia 25–30
tahun terhadap isu hilangnya serangga bioindikator di kawasan urban. Perancangan dilakukan
menggunakan metode Design Thinking dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi
lapangan, studi banding media, serta wawancara dengan ahli dan khalayak sasaran. Pendekatan
perancangan didasarkan pada teori imersivitas, yang memaknai pengalaman imersif sebagai kondisi
ketika individu “tenggelam” dalam suatu realitas, di mana audiens dikelilingi oleh lingkungan yang
berbeda secara sensorik dan emosional. Melalui projection mapping, dunia virtual dan dunia nyata
dilebur secara langsung pada permukaan fisik, sehingga menciptakan ilusi ruang yang kuat dan
pengalaman yang imersif tanpa memerlukan perangkat tambahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa
kelompok usia 25–30 tahun memiliki kecenderungan eco-anxiety yang bersifat adaptif, sehingga
memerlukan media yang mampu menyampaikan isu lingkungan secara emosional namun tetap
seimbang. Tujuan dari perancangan ini adalah menghasilkan ruang imersif yang mampu membangun
empati dan mendorong kesadaran serta aksi kecil yang relevan dalam kehidupan sehari-hari
masyarakat urban.
Perpustakaan Digital ITB