digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Hilangnya serangga bioindikator di kawasan urban merupakan fenomena lingkungan yang terjadi secara perlahan dan sering kali tidak disadari oleh masyarakat perkotaan. Serangga seperti kunang-kunang, capung, dan kupu-kupu memiliki peran penting sebagai indikator kualitas lingkungan hidup serta dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Tugas Akhir ini bertujuan merancang konten ruang imersif berbasis projection mapping untuk membangun kesadaran masyarakat usia 25–30 tahun terhadap isu hilangnya serangga bioindikator di kawasan urban. Perancangan dilakukan menggunakan metode Design Thinking dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, studi banding media, serta wawancara dengan ahli dan khalayak sasaran. Pendekatan perancangan didasarkan pada teori imersivitas, yang memaknai pengalaman imersif sebagai kondisi ketika individu “tenggelam” dalam suatu realitas, di mana audiens dikelilingi oleh lingkungan yang berbeda secara sensorik dan emosional. Melalui projection mapping, dunia virtual dan dunia nyata dilebur secara langsung pada permukaan fisik, sehingga menciptakan ilusi ruang yang kuat dan pengalaman yang imersif tanpa memerlukan perangkat tambahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok usia 25–30 tahun memiliki kecenderungan eco-anxiety yang bersifat adaptif, sehingga memerlukan media yang mampu menyampaikan isu lingkungan secara emosional namun tetap seimbang. Tujuan dari perancangan ini adalah menghasilkan ruang imersif yang mampu membangun empati dan mendorong kesadaran serta aksi kecil yang relevan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat urban.