2018 TA PP Nathania Amanda Oktavia 1-Abstrak.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Garnida Hikmah Kusumawardana
Dengan adanya perkembangan penduduk yang semakin meningkat, pencemaran lingkungan menjadi salah satu permasalahan yang banyak ditemui pada daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Salah satu prasarana sanitasi yang perlu mendapat perhatian dari dampak kepadatan penduduk terutama di wilayah perkotaan ialah air limbah. Saat ini rumah tangga yang memiliki akses dasar air limbah berupa jamban di Kabupaten Garut masih relatif rendah, yaitu sebesar 56%. Sedangkan rumah tangga yang memiliki pengolahan air limbah secara on-site, dengan menggunakan tangki septik, hanya 5%. Sementara itu RPJMN 2015-2019 mengamanatkan akses 100% sanitasi yang harus dicapai pada tahun 2019. Oleh karena itu, diperlukan suatu pengolahan air limbah terpusat atau secara off-site melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dengan kehadiran IPAL ini diharapkan pencemaran lingkungan terutama pencemaran badan air oleh air limbah domestik di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul dan Kecamatan Tarogong Kaler dapat dicegah. IPAL Tarogong yang akan dibangun terletak di Kelurahan Sukasenang, Kecamatan Tarogong Kaler. Perencanaan IPAL ini terdiri dari dua tahap pembangunan, dengan durasi masing-masing tahap sepuluh tahun. Wilayah pelayanan IPAL meliputi dua kecamatan dan sepuluh desa/kelurahan. Pada tahap I (2020-2029), IPAL direncanakan untuk melayani 70.497 jiwa atau tingkat pelayanan sebesar 50%, sedangkan pada tahap II (2030-2039) tingkat pelayanan IPAL ditingkatkan menjadi 75% dan akan melayani 123.599 jiwa. IPAL Tarogong tidak dapat melayani 100% karena kondisi topografi yang tidak memungkinkan untuk dilakukannya sistem gravitasi. Kapasitas IPAL Tarogong mencapai 22393 m3/hari pada tahap I dan akan meningkat menjadi 32442 m3/hari pada tahap II. Parameter kualitas air limbah yang ingin disisihkan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 68 Tahun 2016 meliputi BOD, COD, TSS, minyak dan lemak, amoniak serta total coliform. Jenis pengolahan yang digunakan pada IPAL adalah pengolahan secara fisika dan biologi. Pemilihan pengolahan biologis didasarkan pada pertimbangan teknis, ekonomi, dan lingkungan. Berdasarkan pertimbangan aspek teknis dan operasional, ekonomi, serta lingkungan, alternatif Kontak Stabilisasi memiliki nilai pembobotan yang paling tinggi di antara alternatif lain yang diajukan.
Perpustakaan Digital ITB