digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia memiliki 38 provinsi dengan keragaman warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas setiap provinsi. Pengenalan provinsi dan keragaman warisan budaya perlu dilakukan sejak sekolah dasar, namun luasnya cakupan materi menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mengingat nama dan letak provinsi serta mengenali warisan budaya, khususnya senjata tradisional. Hasil studi pendahuluan pada siswa kelas 5 SD Al-Husainiyyah menunjukkan bahwa siswa belum menguasai materi provinsi Indonesia dan warisan budayanya, sementara media pembelajaran yang berlangsung masih konvensional dan dianggap kurang menarik. Di sisi lain, siswa terbiasa menggunakan media digital, menyukai game, serta tertarik pada aktivitas bermain bersama teman menggunakan Interactive Flat Panel (IFP). Penelitian ini bertujuan mengembangkan game edukasi sebagai media pendukung pembelajaran IPAS untuk membantu siswa mengenal provinsi Indonesia dan senjata tradisional. Pengembangan dilakukan menggunakan metode Double Diamond yang terdiri atas tahap Discover, Define, Develop, dan Deliver. Perancangan game menggunakan DDE Framework (Design, Dynamics, Experience), strategi memori, serta pendekatan Teams Games Tournament (TGT) melalui permainan berkelompok dan kompetisi antarpemain. Game dirancang untuk digunakan pada platform IFP. Game “Jelajah Pusaka” berhasil dirancang berbasis mobile (Android) untuk platform IFP. Hasil pengujian penilaian guru memperoleh persentase sebesar 88% dengan kategori sangat baik, sedangkan penilaian siswa memperoleh persentase sebesar 82,93% dengan kategori sangat baik. Sehingga game edukasi Jelajah Pusaka diharapkan dapat menjadi media pendukung pembelajaran materi keragaman budaya IPAS kelas 5 Sekolah Dasar.