Averroes Ahsan Harahap [17522021]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Limbah tekstil pascakonsumsi memiliki karakter yang heterogen dari segi jenis
kain, warna, ketebalan, kondisi pakai, dan tingkat kerusakan. Keragaman tersebut
menyulitkan proses daur ulang yang membutuhkan material seragam, tetapi
membuka peluang untuk dikembangkan melalui pendekatan upcycling berbasis
desain. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi teknik faux chenille dalam
mengolah limbah tekstil pascakonsumsi menjadi material baru yang memiliki nilai
visual, taktil, dan eksperiensial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
Material Driven Design. Proses penelitian meliputi studi literatur, studi lapangan
pada pengelola limbah tekstil skala kecil, eksplorasi material faux chenille,
karakterisasi material, serta perumusan kebutuhan desain untuk menentukan
konteks aplikasi produk. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa faux chenille dapat
menghasilkan material permukaan yang bertekstur, berbulu, berlapis, dan memiliki
kualitas sentuh yang kuat. Namun, material ini juga memiliki batasan seperti
potensi kerontokan serat, kebutuhan perawatan, dan keterbatasan sebagai material
struktural utama.
Berdasarkan karakter tersebut, furnitur kucing dipilih sebagai konteks aplikasi
karena sesuai dengan fungsi material sebagai permukaan kontak dalam ruang
domestik. Produk dirancang untuk mendukung kebutuhan perilaku kucing, seperti
beristirahat, bersembunyi, dan berinteraksi dengan tekstur, sekaligus dapat diterima
sebagai bagian dari interior rumah. Penelitian ini menunjukkan bahwa faux chenille
dari limbah tekstil pascakonsumsi berpotensi menjadi strategi upcycling yang
menghubungkan nilai material, pengalaman pengguna, dan peluang desain produk.
Perpustakaan Digital ITB