digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Limbah tekstil pascakonsumsi memiliki karakter yang heterogen dari segi jenis kain, warna, ketebalan, kondisi pakai, dan tingkat kerusakan. Keragaman tersebut menyulitkan proses daur ulang yang membutuhkan material seragam, tetapi membuka peluang untuk dikembangkan melalui pendekatan upcycling berbasis desain. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi teknik faux chenille dalam mengolah limbah tekstil pascakonsumsi menjadi material baru yang memiliki nilai visual, taktil, dan eksperiensial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Material Driven Design. Proses penelitian meliputi studi literatur, studi lapangan pada pengelola limbah tekstil skala kecil, eksplorasi material faux chenille, karakterisasi material, serta perumusan kebutuhan desain untuk menentukan konteks aplikasi produk. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa faux chenille dapat menghasilkan material permukaan yang bertekstur, berbulu, berlapis, dan memiliki kualitas sentuh yang kuat. Namun, material ini juga memiliki batasan seperti potensi kerontokan serat, kebutuhan perawatan, dan keterbatasan sebagai material struktural utama. Berdasarkan karakter tersebut, furnitur kucing dipilih sebagai konteks aplikasi karena sesuai dengan fungsi material sebagai permukaan kontak dalam ruang domestik. Produk dirancang untuk mendukung kebutuhan perilaku kucing, seperti beristirahat, bersembunyi, dan berinteraksi dengan tekstur, sekaligus dapat diterima sebagai bagian dari interior rumah. Penelitian ini menunjukkan bahwa faux chenille dari limbah tekstil pascakonsumsi berpotensi menjadi strategi upcycling yang menghubungkan nilai material, pengalaman pengguna, dan peluang desain produk.