digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Amelia Syabina Izzati
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Amelia Syabina Izzati
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Amelia Syabina Izzati
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Amelia Syabina Izzati
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Amelia Syabina Izzati
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Amelia Syabina Izzati
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Amelia Syabina Izzati
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 7 Amelia Syabina Izzati
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Amelia Syabina Izzati
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Amelia Syabina Izzati
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Indonesia merupakan salah satu produsen pisang terbesar di dunia, namun masih menghadapi tingginya kehilangan pascapanen akibat proses pematangan yang dipicu oleh akumulasi gas etilen. Kondisi ini menyebabkan penurunan mutu dan masa simpan serta kerugian ekonomi di sepanjang rantai pasok. Oleh karena itu, dilakukan perancangan sistem pascapanen Fruit Storage Chamber (FSC) berbasis fotokatalis TiO2/Mn pada penyimpanan pisang Cavendish di PT. Ekonomi Sirkular Indonesia untuk memperpanjang umur simpan, mempertahankan kualitas buah, dan mengurangi kehilangan pascapanen. Sistem ini dirancang sebagaimana proses yang dilakukan oleh PT. Ekonomi Sirkular Indonesia, yakni proses penerimaan bahan baku, pencucian, sortasi dan grading, penyimpanan, produksi buah utuh, buah potong, dan smoothies, pengemasan, hingga distribusi ke retailer. Inovasi utama terletak pada sistem fotokatalis TiO2/Mn pada tahap penyimpanan di warehouse dan retail, yang mampu mendegradasi etilen sehingga proses pematangan dapat diperlambat tanpa bergantung pada sistem cold storage konvensional. Selain itu, sistem ini menerapkan konsep optimalisasi pemanfaatan buah sesuai tingkat kematangannya sehingga dapat menekan kehilangan hasil pascapanen. Berdasarkan analisis 3 altermatif sistem pascapanen, skenario FSC berbasis TiO2/Mn dipilih karena memberikan nilai terbaik antara efisiensi teknis, ekonomi, dan keberlanjutan. Sistem ini memiliki kapasitas penerimaan 500 kg pisang per hari atau 132.000 kg per tahun dengan hasil produksi berupa 63,05% buah utuh, 13% buah potong, dan 5,2% smoothies. Produk yang dihasilkan memiliki keunggulan berupa umur simpan lebih panjang, mutu dan tingkat kematangan lebih seragam, dan meningkatkan nilai tambah buah overripe dari diversifikasi produk sehingga mengurangi food loss serta mendukung efisiensi pemanfaatan bahan baku. Indikator kelayakan finansial yang digunakan menunjukkan performa usaha yang positif. Sistem mencatatkan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 42,74%, Net Profit Margin (NPM) sebesar 9,42%, dan Net Present Value (NPV) selama 10 tahun sebesar Rp1,237,135,044.47. Internal Rate of Return (IRR) sebesar 62,56% berada jauh di atas tingkat diskonto 12%, dengan Profitability Index (PI) sebesar 3,56. Titik impas (Break Even Point) tercapai pada utilisasi 76.80% dari kapasitas terpasang, dengan periode pengembalian modal (Payback Period) selama 1,59 tahun. Secara keseluruhan, perancangan FSC berbasis TiO2/Mn layak diterapkan karena mampu menjaga kualitas dan meningkatkan nilai jual pisang Cavendish, mengurangi kehilangan pascapanen, dan mendukung sistem rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan.