Miskomunikasi dalam keluarga merupakan permasalahan yang dapat memengaruhi
hubungan emosional serta menghambat terbentuknya pemahaman antaranggota keluarga.
Perbedaan pengalaman hidup, latar belakang emosional, dan gaya komunikasi, terutama
antara figur pengasuh dan anggota keluarga yang lebih muda, sering kali memicu kesenjangan
pemahaman yang berdampak pada dinamika keluarga secara keseluruhan. Penelitian ini
bertujuan untuk merancang media storytelling dengan penyajian imersif melalui projection
mapping pada tiga panel sebagai sarana reflektif dalam menyampaikan nilai-nilai keluarga
(family values), khususnya empati, komunikasi, kasih sayang, dan pengorbanan. Metode
perancangan dilakukan melalui kajian literatur, wawancara mendalam dengan narasumber,
serta analisis dinamika komunikasi keluarga. Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi
pola komunikasi, bentuk miskomunikasi, serta nilai-nilai keluarga yang menjadi landasan
dalam pengembangan narasi. Proses perancangan mengikuti pendekatan design thinking
untuk mengembangkan konsep visual dan storytelling yang relevan dengan isu yang diangkat.
Hasil perancangan berupa film pendek animasi 3D yang disajikan menggunakan sistem
projection mapping pada tiga panel sehingga menciptakan pengalaman visual yang lebih
imersif melalui perpaduan narasi, visual, dan tata suara. Berdasarkan evaluasi terhadap
audiens, pendekatan tersebut membantu menyampaikan konflik keluarga melalui sudut
pandang setiap karakter tanpa menempatkan salah satunya sebagai pihak yang sepenuhnya
benar atau salah, sekaligus mendorong pengalaman menonton yang lebih reflektif.
Perancangan ini menunjukkan bahwa storytelling animasi 3D imersif dapat menjadi alternatif
media komunikasi visual dalam menyampaikan nilai-nilai keluarga melalui pengalaman
emosional yang mendukung refleksi audiens.
Perpustakaan Digital ITB