COVER
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB II
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB III
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB VI
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB VIII
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB VII
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IX
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB X
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Kawasan Kompleks Atlet merupakan kawasan terpadu yang terletak di Ibukota
Baru Indonesia yang berfungsi sebagai hunian bagi atlet dan kantor untuk Komite
Olahraga Nasional Indonesia. Pengembangan kawasan terpadu ini merupakan
wujud komitmen pemerintah untuk memajukan industri olahraga di Indonesia.
Prasarana infrastruktur sipil merupakan bagian penting dari kawasan yang
memerlukan perancangan karena terdapat batasan-batasan yang perlu diperhatikan.
Tugas Akhir ini membahas perancangan fasilitas-fasilitas penunjang kawasan
berupa fasilitas transportasi yang terdiri dari fasilitas parkir, pintu pelayanan, serta
jalan akses. Lalu dilakukan pula perancangan fasilitas drainase basement,
permukaan dan atap beserta sistem pengelolaan limpasan air hujan. Selain itu
dilakukan analisis terhadap dampak lalu lintas akibat pengembangan kawasan
beserta peil banjir berupa elevasi minimum lantai dasar gedung untuk menghindari
banjir.
Perancangan aspek transportasi dirancang berdasarkan estimasi terhadap bangkitan
perjalanan menggunakan panduan Institute of Transportation Engineers serta
survei pada kawasan dengan fungsi tata guna lahan yang sama. Dimensi fasilitas
parkir dirancang berdasarkan pedoman perhubungan darat dengan ruang parkir
yang disediakan adalah 424 SRP motor dan 470 SRP mobil. Jumlah pintu pelayanan
dihitung dengan menganalisis dampak pintu terhadap antrean yang terjadi dan
diperoleh jumlah 1 pintu masuk dan 2 pintu keluar untuk masing-masing jenis
kendaraan. Kawasan akan dilengkapi dengan jalan akses berupa perkerasan kaku
dengan tebal lapisan 245 mm (beton), 125 mm (beton kurus), dan 150 mm (lapisan
drainase) yang dipilih menggunakan analisis discounted life cycle cost berdasarkan
nilai inflasi 4% dan discounted rate 5%. Perkerasan kaku dilengkapi dengan
sambungan melintang dan memanjang beserta sambungan isolasi. Analisis dampak
lalu lintas dilakukan terhadap ruas jalan perkotaan, jalinan tunggal, u-turn, serta
simpang bersinyal menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997.
Diperoleh kinerja simpang bersinyal menurun sehingga direkomendasikan untuk
mengubah waktu sinyal atau mengubah geometri pendekat.
Perancangan aspek drainase dan peil banjir didasarkan pada data hidrologi berupa
curah hujan dari stasiun hujan di sekitar kawasan yang diolah dan menghasilkan
debit banjir untuk periode ulang rencana. Fasilitas drainase dirancang untuk banjir
periode ulang 10 tahun dengan debit banjir dihitung menggunakan metode rasional.
Drainase basement dan atap dirancang menggunakan talang fiberglass sementara
drainase permukaan menggunakan saluran pracetak berbentuk U. Lalu fasilitas
drainase dilengkapi dengan dua kolam detensi berukuran 30 x 70 x 0,95 m untuk
menampung sementara air hujan agar kebijakan zero delta-Q dapat terpenuhi.
Kolam detensi dirancang dengan outlet berupa pipa sebagai outlet primer, ambang
lebar sebagai outlet sekunder, serta pintu air yang berfungsi untuk mengurasi air
pada kolam. Peil banjir kawasan dirancang berdasarkan banjir periode ulang 100
tahun dengan debit banjir diestimasi menggunakan hidrograf Snyder-Alexyev serta
analisis hidrolika dilakukan menggunakan HEC-RAS. Peil banjir minimum adalah
+0,663 m dengan lantai dasar gedung kawasan dirancang pada elevasi +0,8 m.
Perpustakaan Digital ITB