digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muh Rafli Anwar
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

COVER
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB II
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB III
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB VI
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB VIII
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB VII
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IX
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB X
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

Kawasan Kompleks Atlet merupakan kawasan terpadu yang terletak di Ibukota Baru Indonesia yang berfungsi sebagai hunian bagi atlet dan kantor untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia. Pengembangan kawasan terpadu ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memajukan industri olahraga di Indonesia. Prasarana infrastruktur sipil merupakan bagian penting dari kawasan yang memerlukan perancangan karena terdapat batasan-batasan yang perlu diperhatikan. Tugas Akhir ini membahas perancangan fasilitas-fasilitas penunjang kawasan berupa fasilitas transportasi yang terdiri dari fasilitas parkir, pintu pelayanan, serta jalan akses. Lalu dilakukan pula perancangan fasilitas drainase basement, permukaan dan atap beserta sistem pengelolaan limpasan air hujan. Selain itu dilakukan analisis terhadap dampak lalu lintas akibat pengembangan kawasan beserta peil banjir berupa elevasi minimum lantai dasar gedung untuk menghindari banjir. Perancangan aspek transportasi dirancang berdasarkan estimasi terhadap bangkitan perjalanan menggunakan panduan Institute of Transportation Engineers serta survei pada kawasan dengan fungsi tata guna lahan yang sama. Dimensi fasilitas parkir dirancang berdasarkan pedoman perhubungan darat dengan ruang parkir yang disediakan adalah 424 SRP motor dan 470 SRP mobil. Jumlah pintu pelayanan dihitung dengan menganalisis dampak pintu terhadap antrean yang terjadi dan diperoleh jumlah 1 pintu masuk dan 2 pintu keluar untuk masing-masing jenis kendaraan. Kawasan akan dilengkapi dengan jalan akses berupa perkerasan kaku dengan tebal lapisan 245 mm (beton), 125 mm (beton kurus), dan 150 mm (lapisan drainase) yang dipilih menggunakan analisis discounted life cycle cost berdasarkan nilai inflasi 4% dan discounted rate 5%. Perkerasan kaku dilengkapi dengan sambungan melintang dan memanjang beserta sambungan isolasi. Analisis dampak lalu lintas dilakukan terhadap ruas jalan perkotaan, jalinan tunggal, u-turn, serta simpang bersinyal menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Diperoleh kinerja simpang bersinyal menurun sehingga direkomendasikan untuk mengubah waktu sinyal atau mengubah geometri pendekat. Perancangan aspek drainase dan peil banjir didasarkan pada data hidrologi berupa curah hujan dari stasiun hujan di sekitar kawasan yang diolah dan menghasilkan debit banjir untuk periode ulang rencana. Fasilitas drainase dirancang untuk banjir periode ulang 10 tahun dengan debit banjir dihitung menggunakan metode rasional. Drainase basement dan atap dirancang menggunakan talang fiberglass sementara drainase permukaan menggunakan saluran pracetak berbentuk U. Lalu fasilitas drainase dilengkapi dengan dua kolam detensi berukuran 30 x 70 x 0,95 m untuk menampung sementara air hujan agar kebijakan zero delta-Q dapat terpenuhi. Kolam detensi dirancang dengan outlet berupa pipa sebagai outlet primer, ambang lebar sebagai outlet sekunder, serta pintu air yang berfungsi untuk mengurasi air pada kolam. Peil banjir kawasan dirancang berdasarkan banjir periode ulang 100 tahun dengan debit banjir diestimasi menggunakan hidrograf Snyder-Alexyev serta analisis hidrolika dilakukan menggunakan HEC-RAS. Peil banjir minimum adalah +0,663 m dengan lantai dasar gedung kawasan dirancang pada elevasi +0,8 m.