Penelitian ini berfokus pada perancangan desain karakter untuk media edukasi interaktif
berupa visual novel "Succulent Care" guna mengatasi kesenjangan pengetahuan
perawatan tanaman sukulen di kalangan pekerja Generasi Z di lingkungan perkantoran.
Dengan memanfaatkan metode Manga Matrix dari Hiroyoshi Tsukamoto, desain karakter
dikembangkan sebagai personifikasi tanaman dan mentor virtual, yang bertujuan
menciptakan koneksi emosional dan menyampaikan informasi perawatan dengan cara
yang menarik. Visual novel ini dirancang dengan narasi bercabang dan elemen gamifikasi
untuk meningkatkan keterlibatan pengguna. Diharapkan, media ini tidak hanya menjadi
alat edukasi yang efektif, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan desain karakter
dalam konteks pendidikan digital serta meningkatkan kesejahteraan dan kesadaran
lingkungan di tempat kerja.
Perpustakaan Digital ITB