digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Museum memiliki peran penting sebagai sarana edukasi dalam menyampaikan pengetahuan mengenai sejarah, budaya, dan warisan kepada masyarakat. Namun, penyampaian informasi yang masih didominasi oleh media konvensional cenderung membatasi keterlibatan pengunjung dalam memperoleh informasi dan mengeksplorasi koleksi secara interaktif. Kondisi tersebut juga ditemukan pada Museum Gedung Sate, di mana pengalaman kunjungan masih dapat dikembangkan melalui media digital yang mampu mendukung penyampaian informasi sekaligus meningkatkan keterlibatan pengunjung selama proses eksplorasi museum. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain interaksi aplikasi pemandu Museum Gedung Sate yang sesuai dengan kebutuhan pengguna serta mendukung pengalaman eksplorasi museum yang informatif dan interaktif. Proses perancangan menggunakan pendekatan User Centered Design (UCD) yang menempatkan kebutuhan, karakteristik, dan konteks penggunaan sebagai dasar pengembangan solusi. Tahapan penelitian mencakup pemahaman dan penentuan konteks penggunaan, identifikasi kebutuhan pengguna, perancangan solusi desain, serta evaluasi rancangan secara iteratif. Data kebutuhan pengguna diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 38 responden. Hasil analisis kebutuhan kemudian diterjemahkan menjadi rancangan aplikasi yang mencakup fitur denah museum, audio guide, quiz, scavenger hunt, memory match, dan paspor digital untuk mendukung penyampaian informasi, navigasi, serta aktivitas interaktif selama kunjungan. Evaluasi usability terhadap prototipe high-fidelity iterasi akhir dilakukan kepada 10 partisipan dengan mengukur efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna melalui penyelesaian skenario tugas serta instrumen Single Ease Question(SEQ) dan System Usability Scale (SUS). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh skenario tugas memperoleh nilai SEQ di atas nilai acuan 5,5, dengan rentang skor 6,375–7,00. Selain itu, hasil pengukuran SUS menunjukkan tingkat usability yang tinggi dan berada di atas nilai acuan 68. Temuan tersebut menunjukkan bahwa rancangan yang dihasilkan dapat mendukung pengguna dalam mengakses informasi, menavigasi fitur, dan menyelesaikan aktivitas eksplorasi museum dengan tingkat kemudahan penggunaan yang baik. Dengan demikian, penerapan pendekatan UCD secara iteratif menghasilkan desain interaksi aplikasi pemandu Museum Gedung Sate yang berorientasi pada kebutuhan pengguna dan berpotensi mendukung pengalaman pembelajaran sejarah yang lebih interaktif melalui media digital.