Sistem manajemen gudang FMCG konvensional memerlukan sinkronisasi data inventori
secara real-time serta penentuan posisi robot dan barang yang akurat agar
staf gudang dapat mengetahui kondisi stok dan lokasi barang secara tepat, namun
integrasi yang masih bersifat semimanual antara sistem ERP dan WMS sehingga
menyulitkan staf dalam menelusuri posisi fisik barang serta menghindari kesalahan
pada proses inbound dan picking. Tugas akhir ini berfokus pada perancangan, implementasi,
dan evaluasi Warehouse Management Controller serta sistem lokalisasi
berbasis AprilTag untuk prototipe Smart Warehouse pada studi kasus gudang barang
jadi Paragon Corp. WMC dikembangkan dalam bentuk tiga layanan, yaitu Authentication
Service, Goods Service, dan Fleet Service. Implementasi sistem lokalisasi
memanfaatkan kamera dan penanda AprilTag untuk memetakan posisi robot dan barang
ke dalam grid diskret berukuran 8×4 yang mencakup area lantai seluas 2,4×1,2
m. Ruang lingkup tugas akhir dibatasi pada perancangan sistem informasi manajemen
gudang WMC dan subsistem lokalisasi visual. Evaluasi dilakukan melalui
pengujian stress test terhadap endpoint API WMC serta pengujian akurasi terhadap
sistem lokalisasi, mencakup Task Fulfilment Accuracy, akurasi posisi, dan akurasi
orientasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh 11 endpoint utama pada ketiga
layanan berhasil dilalui tanpa kegagalan permintaan. Seluruh 32 sel grid berhasil
dipetakan dengan akurasi posisi 100%, seluruh empat sudut orientasi terdeteksi dengan
benar, dan seluruh 64 skenario tugas penyimpanan serta pengambilan barang
mencapai Task Fulfilment Accuracy 100%. Hasil tersebut memverifikasi bahwa arsitektur
microservice dan sistem lokalisasi mampu meningkatkan akurasi pelacakan
posisi dan efisiensi operasional gudang secara signifikan.
Perpustakaan Digital ITB