Operasional pergudangan pada industri Fast Moving Consumer Goods dituntut mampu
menangani volume barang yang besar, keberagaman Stock Keeping Unit yang
tinggi, serta distribusi yang cepat. Pada studi kasus ParagonCorp, kendala seperti
mismatch data antara kondisi fisik dan pencatatan sistem, bottleneck pada proses
stocking–picking–checking, serta isu mistracking barang menunjukkan bahwa sistem
semi-manual yang ada belum mampu memberikan visibilitas operasional secara
real-time. Tugas Akhir ini mengembangkan prototipe Smart Warehouse berbasis
Proof of Concept pada landasan berukuran 1,2 × 2,4 meter dengan mengikuti Engineering
Design Process, dengan fokus pada subsistem infrastruktur komunikasi dan
antarmuka pengguna. Solusi dirancang melalui arsitektur berlapis yang memecah
sistem menjadi subsistem AGV, backend, communication, dan user interface. Subsistem
communication diimplementasikan pada edge gateway Orange Pi dengan RabbitMQ
berbasis Docker yang mengoordinasikan tiga protokol: Message Queuing
Telemetry Transport untuk telemetri robot dan fleet controller, Advanced Message
Queuing Protocol untuk transaksi order pada layanan backend, serta WebSocket
melalui ekstensi Web-MQTT untuk streaming data ke antarmuka. Antarmuka crossplatform
dikembangkan menggunakan React Native dan menyematkan visualisasi
Digital Twin berbasis Three.js/Web Graphics Library yang menampilkan kondisi
gudang, status robot, inventori, serta riwayat pergerakan barang secara interaktif.
Evaluasi dilakukan melalui tiga spesifikasi, yaitu usability, traceability, dan User
Acceptance Testing. Pengujian usability dengan instrumen System Usability Scale
terhadap lima pengguna pada platform Android, iOS, dan web menghasilkan rata–
rata skor 81,5 (kategori Sangat Baik). Pengujian traceability pada skenario satu
dan dua robot menunjukkan latensi pengiriman data masing–masing 110,73 ms dan
159,50 ms, serta interval pembaruan status robot 498,18 ms dan 502,28 ms, yang
seluruhnya memenuhi ambang batas yang ditetapkan. UAT pada tiga skenario operasional
(inbound, penyimpanan dan pemantauan, outbound) memperoleh rata–rata
penilaian di atas 4,5 dari skala Likert 1–5. Prototipe mampu mendukung pelacakan
barang, observabilitas gudang, dan pengalaman pengguna yang memadai sebagai
blueprint implementasi Smart Warehouse skala industri.
Perpustakaan Digital ITB