Pendeteksian wajah merupakan langkah pra-pemrosesan dalam sebuah proses
identifikasi biometrika wajah yang bertujuan untuk mendapatkan informasi keberadaan
wajah pada citra dijital. Informasi yang diperoleh kemudian akan
diolah dan hasilnya digunakan untuk berbagai proses yang berkaitan dengan
wajah misalnya pengenalan wajah, penentuan ekspresi wajah dan sebagainya.
Penelitian tentang pendeteksian wajah telah banyak dipublikasikan, namun masih
dijumpai keterbatasan yang memungkinkan dilakukannya penyempurnaan.
Kebanyakan metode pendeteksian wajah hanya diujikan pada citra dijital yang
mengandung satu wajah dengan latar belakang yang sederhana. Dalam konteks
umum, sebuah sistem pendeteksian wajah harus memiliki karakteristik yang
menyerupai kemampuan manusia yaitu mampu mendeteksi banyak wajah pada
kondisi citra yang kompleks dalam waktu nyata secara terpadu dan menyeluruh.
Berdasarkan pada keterbatasan tersebut, sebuah metode baru untuk pendeteksian
wajah yang sesuai dengan karakteristik yang diinginkan, diusulkan melalui
penelitian ini. Metode ini dikembangkan berdasarkan pada konsep dan pengetahuan
tentang persepsi visual manusia yang juga melibatkan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang relevan antara lain pengolahan citra dijital, grafika komputer
dan computer vision. Metode ini dituangkan melalui pendekatan multiaspek
yang melibatkan tiga fase pemrosesan yang disebut kerangka kerja DeWa (DeWa
framework). Fase pertama adalah fase segmentasi dimana dilakukan usaha-usaha
secara holistik untuk memisahkan objek dari latar belakang. Teknik-teknik yang
dikembangkan adalah Piecewise Linier Boundary dan Gaussian Mixture. Teknik
ini diimplementasikan pada empat model warna yaitu RGB, RGB normal, HSI
dan YCbCr. Fase kedua adalah fase pembersihan dimana dilakukan penyaringan
(filtering) dengan cara menghilangkan objek-objek non-wajah. Teknik yang
iii
dikembangkan adalah kombinasi filter morfologis. Fase ini penting dilakukan untuk
menghaluskan (refinement) hasil dari fase pertama. Fase ketiga adalah fase
analisis geometrik objek. Berbeda dengan fase sebelumnya yang diimplementasikan
secara holistik, pada fase ketiga ini setiap objek dianalisis karakteristrik
geometriknya, apabila memenuhi kriteria geometrik wajah, maka objek akan dianggap
sebagai wajah. Hasil dari fase ini adalah lokasi dan ukuran objek yang
ditengarai sebagai wajah. Berdasarkan ini, lokasi wajah akan ditandai dan jika
diperlukan dilakukan proses pemisahan objek wajah.
Implementasi dilakukan dengan melakukan pembuatan sebuah program komputer
prototipe yang mampu mendeteksi wajah pada citra dijital statis, citra video
dan citra langsung yang diperoleh melalui webcam. Algoritma yang dikembangkan
memiliki kinerja yang optimal dan memiliki karakteristik yang diinginkan,
yaitu mampu mendeteksi wajah banyak pada kondisi citra wajah yang kompleks
secara waktu nyata atau realtime. Beberapa parameter dan karakteristik pendeteksian
untuk setiap fase dapat diatur sehingga diperoleh hasil pendeteksian
yang optimal dan dapat dipantau. Pengujian algoritma secara empiris dilakukan
dengan mengggunakan dua kelompok basisdata wajah. Kelompok pertama
terdiri dari empat basisdata, FERET, VALID, DWI dan SI, yang berisi citra
dijital dengan wajah tunggal dan berlatar belakang tidak kompleks serta variabilitas
wajah yang relatif rendah. Kelompok basisdata kedua, VALID, VT-AAST,
mDWI dan DeWaDB, berisi citra yang mengandung banyak wajah atau berlatar
belakang kompleks serta tingkat variabilitas yang tnggi. Kinerja pendeteksian
yang dihasilkan adalah detection rate sebesar 90.74% dengan tingkat kesalahan
false positive sebesar 4.65%. Kecepatan rata-rata pendeteksian satu wajah
adalah sebesar 0.2 detik menggunakan komputer dual-core. Untuk mendapatkan
informasi yang lebih banyak berkaitan dengan kinerja kerangka kerja DeWa,
sebuah proses benchmark telah dilakukan. Proses ini menyertakan tiga sistem
deteksi wajah yang diperoleh dari pembuatnya. Dua diantaranya datang dalam
bentuk dynamic link library (DLL) dan yang lainnya dalam bentuk program
yang lengkap. Hasil benchmarking menunjukkan bahwa metode DeWa meningkatkan
kinerja pendeteksian wajah sebesar 24.81%
Perpustakaan Digital ITB