Penggunaan cloud storage lintas akun dan penyedia memudahkan distribusi serta
kolaborasi berkas, tetapi juga menimbulkan fragmentasi informasi, penurunan findability,
duplikasi, akumulasi berkas tidak terkurasi, serta risiko paparan berkas publik.
Tugas akhir ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan Panel Kontrol
Multi-Cloud Storage berbasis metadata untuk memberikan visibilitas berkas lintas
akun dan penyedia tanpa memindahkan lokasi penyimpanan fisik data. Pengembangan
dilakukan menggunakan Software Development Life Cycle (SDLC) dengan
model prototyping. Prototipe yang dibangun berupa aplikasi web lokal yang mengintegrasikan
Google Drive dan Dropbox melalui OAuth, menormalisasi metadata ke
basis data lokal, serta menyediakan fitur ringkasan penyimpanan, pencarian terfederasi,
deteksi kandidat duplikasi, deteksi berkas besar dan/atau usang, serta audit
izin berbagi terhadap berkas publik berbasis keyword sensitif. Sistem hanya memproses
metadata, seperti nama, ukuran, waktu modifikasi, hash apabila tersedia, status
kepemilikan, dan status berbagi, tanpa membaca isi berkas. Evaluasi dilakukan
melalui verifikasi fungsional, verifikasi nonfungsional, pengukuran biaya interaksi
terhadap proses manual, dan sesi penggunaan oleh responden pada dataset utama
berisi 3.000 berkas dari tiga akun Google Drive dan Dropbox. Hasil evaluasi menunjukkan
bahwa prototipe menurunkan biaya interaksi pada skenario pencarian
ketika berkas berada di akun kedua atau ketiga sebesar 50,0% sampai 66,7%, deteksi
duplikasi dari 249 menjadi 3 langkah, deteksi berkas besar dan/atau usang dari
111 menjadi 3 langkah, serta audit izin berbagi dari 16 menjadi 3 langkah. Dengan
demikian, prototipe mendukung visibilitas, pencarian, kurasi, dan peninjauan izin
berbagi berkas lintas sumber dengan biaya interaksi lebih rendah dibandingkan proses
manual dalam ruang lingkup proof-of-concept single-user, metadata-only, dan
terbatas pada Google Drive serta Dropbox.
Perpustakaan Digital ITB