Sistem algoritma media sosial yang bekerja sebagai invisible gatekeepers cenderung
memprioritaskan konten emosional demi keterlibatan (engagement) tinggi, yang
kemudian memicu fenomena witch hunt digital atau penghakiman kolektif daring.
Fenomena ini berdampak signifikan pada Generasi Z (usia 17–20 tahun) yang rentan
mengalami distorsi persepsi akibat paparan konten repetitif dan minim konteks.
Perancangan ini bertujuan untuk merancang animasi eksperimental sebagai media
awareness mengenai peran algoritma dalam fenomena tersebut dengan
menggunakan metode Double Diamond. Data dikumpulkan melalui studi pustaka,
kuesioner target audiens, serta wawancara ahli sosiologi dan animasi.
Hasil perancangan berupa animasi eksperimental naratif berjudul World_ dengan gaya
visual lineless dan narasi non-linear. Melalui metafora visual seperti elemen "The Eye",
animasi ini menggambarkan proses amplifikasi emosi dan distorsi persepsi yang
dibentuk oleh sistem. Animasi ini diharapkan dapat mendorong Generasi Z untuk
berefleksi kritis terhadap pola konsumsi informasi dan dapat menghindari menjadi
partisipan dalam praktik penghakiman kolektif di ruang digital.
Perpustakaan Digital ITB