digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sistem algoritma media sosial yang bekerja sebagai invisible gatekeepers cenderung memprioritaskan konten emosional demi keterlibatan (engagement) tinggi, yang kemudian memicu fenomena witch hunt digital atau penghakiman kolektif daring. Fenomena ini berdampak signifikan pada Generasi Z (usia 17–20 tahun) yang rentan mengalami distorsi persepsi akibat paparan konten repetitif dan minim konteks. Perancangan ini bertujuan untuk merancang animasi eksperimental sebagai media awareness mengenai peran algoritma dalam fenomena tersebut dengan menggunakan metode Double Diamond. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, kuesioner target audiens, serta wawancara ahli sosiologi dan animasi. Hasil perancangan berupa animasi eksperimental naratif berjudul World_ dengan gaya visual lineless dan narasi non-linear. Melalui metafora visual seperti elemen "The Eye", animasi ini menggambarkan proses amplifikasi emosi dan distorsi persepsi yang dibentuk oleh sistem. Animasi ini diharapkan dapat mendorong Generasi Z untuk berefleksi kritis terhadap pola konsumsi informasi dan dapat menghindari menjadi partisipan dalam praktik penghakiman kolektif di ruang digital.