digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Beatrice Firmansyah [17521001]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

uberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan jumlah kasus mencapai 821.200 pada tahun 2023. Salah satu tantangan dalam pengobatan TBC adalah ketidakpatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat yang berlangsung selama enam bulan. Dalam masa pengobatan dibutuhkan konsistensi untuk mengkonsumsi obat pada jam yang sama di setiap harinya dan wajib dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. Kepatuhan pengobatan tidak dapat dinilai dan diukur semata-mata hanya melalui niat dan kedisiplinan pasien. Tetapi, desain obat anti tuberkulosis (OAT) yang tidak ramah pengguna juga dapat mempengaruhi tingkat kepatuhan. Tidak hanya itu, sebesar 80% pekerja formal penderita TBC mengalami stigma sosial negatif di tempat kerja. Tindakan seperti pengucilan, munculnya anggapan negatif, isolasi, hingga pemutusan hubungan kerja sepihak. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi psikologis pasien dan berdampak pada ketidakpatuhan pengobatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang alat bantu kepatuhan minum obat yang sesuai dengan perilaku dan kebutuhan pengguna, dalam hal ini adalah seorang karyawati berusia 22-25 tahun. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur serta pendekatan contextual design untuk pengembangan produk yang menekankan pada portabilitas produk dan invisibilitas untuk memberikan rasa aman kepada pengguna.