digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dalam kurikulum pendidikan khusus tingkat SMP dan SMA, statistika merupakan salah satu materi matematika yang wajib dipelajari oleh siswa, termasuk siswa difabel netra. Materi ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan dalam memahami penyajian data dan pengolahan data numerik. Namun, keterbatasan akses visual menjadi kendala utama bagi siswa difabel netra dalam memahami materi yang bersifat visual. Penelitian ini berangkat dari permasalahan teknis yang ditemukan melalui studi kasus di SLBN A Pajajaran Bandung. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, proses pembelajaran statistika saat ini masih mengandalkan alat tulis Braille manual seperti reglet serta media kertas Braille. Metode ini dinilai memiliki keterbatasan dalam hal efisiensi waktu pengerjaan hitungan, sifat tulisan yang permanen, serta penggunaan media sekali pakai. Selain itu, belum ada alat bantu taktil low-tech yang mampu memfasilitasi proses visualisasi grafik dan kalkulasi angka secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media pembelajaran matematika yang dapat mengakomodasi kebutuhan siswa difabel netra dalam melakukan visualisasi sekaligus kalkulasi data statistika secara mandiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui tahapan observasi lapangan, wawancara, studi literatur, serta studi produk preseden. Pendekatan perancangan produk difokuskan pada pengembangan alat bantu taktil bersistem modular yang ergonomis dan mudah dioperasikan secara mandiri oleh pengguna. Hasil dari perancangan ini berupa kit media pembelajaran taktil berbasis papan matriks dan sistem pin modular. Alat ini dilengkapi dengan berbagai variasi komponen pin bertekstur untuk merepresentasikan penyusunan berbagai diagram statistika seperti diagram batang, diagram lingkaran, diagram pencar, histogram serta diagram kotak-garis. Selain itu, produk ini mengadaptasi sistem Taylor Frame sebagai pin numerik fungsional yang bertindak sebagai memori fisik eksternal. Fasilitas ini memungkinkan siswa untuk menyimpan jejak angka saat melakukan perhitungan tanpa risiko kehilangan data. Melalui perancangan media ini, diharapkan pemahaman konsep visual statistika siswa difabel netra dapat terjembatani dengan baik, sekaligus mengurangi beban memori kerja kognitif siswa selama proses pembelajaran berlangsung.