digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini memberikan analisis komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pengembalian saham pada industri batubara di Indonesia dengan menelaah keterkaitan antara variabel makroekonomi dan kinerja keuangan selama periode satu dekade, yaitu dari triwulan pertama 2015 hingga triwulan keempat 2024. Studi ini dilatarbelakangi oleh volatilitas pasar energi global, transisi energi menuju sumber terbarukan, serta dinamika regulasi yang secara signifikan memengaruhi stabilitas operasional dan sentimen investor di pasar modal Indonesia. Industri batubara, meskipun mendapat sorotan terkait isu lingkungan, tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi besar terhadap PDB, pendapatan ekspor, dan kapitalisasi pasar. Posisi strategis ini, dikombinasikan dengan fluktuasi pasar yang tajam, menjadikan sektor batubara sebagai objek penelitian ideal untuk memahami bagaimana guncangan ekonomi eksternal dan kinerja keuangan internal secara bersama-sama memengaruhi hasil investasi. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel untuk menganalisis pengaruh sejumlah indikator makroekonomi utama, termasuk inflasi, nilai tukar (USD/IDR), dan Harga Batubara Acuan (HBA), serta indikator kinerja keuangan yang mencakup Gross Profit Margin (GPM), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Current Ratio (CR), Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV), dan Price to Earnings Growth (PEG). Sampel penelitian terdiri dari 13 perusahaan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dipilih berdasarkan kriteria pencatatan berkelanjutan, publikasi laporan keuangan triwulanan secara konsisten, dan ketersediaan data yang lengkap untuk seluruh variabel penelitian. Desain penelitian ini disusun secara sistematis untuk memastikan kedalaman dan validitas analisis. Prosesnya diawali dengan telaah literatur yang luas, merangkum hasil-hasil studi empiris sebelumnya dan teori-teori keuangan yang relevan, dilanjutkan dengan penyusunan hipotesis yang matang. Data dikumpulkan secara teliti dari sumber-sumber otoritatif seperti Bank Indonesia, Kementerian ESDM, laporan tahunan perusahaan, dan basis data pasar keuangan, sehingga menjamin keandalan dan akurasi temuan. Uji statistik dilakukan menggunakan prosedur ekonometrika yang mapan, termasuk Chow Test, Hausman Test, dan Lagrange Multiplier Test untuk menentukan model regresi paling sesuai. Uji asumsi klasik juga diterapkan untuk memastikan integritas hasil analisis. Hasil empiris penelitian menunjukkan beberapa temuan utama. Harga batubara, ROA, ROE, dan PBV terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pengembalian saham, menandakan bahwa baik kondisi pasar komoditas yang menguntungkan maupun kinerja keuangan internal yang kuat merupakan pendorong utama peningkatan nilai pemegang saham di sektor batubara. Sementara itu, variabel inflasi dan nilai tukar menunjukkan pengaruh yang bervariasi atau tidak signifikan terhadap pengembalian saham, yang mengindikasikan bahwa pengaruhnya seringkali dimediasi oleh karakteristik sektoral dan persepsi investor. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya efisiensi operasional dan produktivitas aset, sebagaimana tercermin dari pengaruh GPM dan ROA dalam menjaga keunggulan kompetitif perusahaan di tengah siklus komoditas yang dinamis. Dari sisi implikasi praktis, riset ini menawarkan panduan penting bagi berbagai pemangku kepentingan. Investor disarankan untuk memprioritaskan indikator kinerja keuangan, khususnya ROA, ROE, dan PBV, saat melakukan seleksi saham sektor batubara, serta secara aktif memantau tren harga komoditas global. Bagi eksekutif perusahaan, hasil penelitian menekankan perlunya peningkatan efisiensi biaya, optimalisasi penggunaan aset, dan pelaporan keuangan yang transparan guna menjaga kepercayaan investor, khususnya di tengah ketidakpastian makroekonomi. Sementara itu, pembuat kebijakan didorong untuk mempertimbangkan keterkaitan kompleks antara kebijakan makroekonomi, regulasi pasar komoditas, dan resiliensi sektor dalam merancang intervensi yang mampu menyeimbangkan kebutuhan energi nasional dengan pertumbuhan yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini memperkaya literatur dengan menghadirkan perspektif holistik berbasis data mengenai penentu utama pengembalian saham di sektor yang sangat strategis sekaligus volatil di perekonomian Indonesia. Pendekatan terintegrasi yang menghubungkan konteks makroekonomi, kinerja perusahaan, dan perilaku investor menghasilkan wawasan aplikatif yang relevan untuk pengambilan keputusan investasi, manajemen, maupun kebijakan di era kompleksitas dan transisi pasar yang semakin tinggi.