Carbon dots merupakan nanomaterial karbon berdimensi nol yang memiliki keunggulan
karakterisitik diantaranya sifat fotoluminesensi dan absorbansi yang dapat dimodulasi, stabil
secara kimia, toksisitas rendah, serta berpotensi dikembangkan untuk aplikasi optoelektronik,
konversi spektral LED, sensor, dan biomedis. Meskipun demikian, pengembangan CDs beremisi
panjang gelombang (kuning–merah) yang efisien masih menghadapi berbagai tantangan: (i)
banyak rute sintesis masih mengandalkan pelarut dan kondisi pemrosesan yang kurang ramah
lingkungan serta proses sintesis yang berlangsung lama, (ii) hubungan kausal antara sintesis bebas
pelarut dengan pembentukan konfigurasi nitrogen tertentu (pyrrolic-N, pyridinic-N, graphitic-N)
dan konsekuensinya terhadap penyempitan celah energi dan pergeseran emisi belum dievaluasi
secara menyeluruh, dan (iii) pada sifat absorbansi, pengaruh posisi gugus donor–akseptor (amino
dan karbonil) terhadap pergeseran serapan (redshift absorption) belum dirumuskan secara
sistematis pada model CDs berbasis kerangka aromatik. Disertasi ini menawarkan kebaruan
melalui integrasi dua pendekatan penelitian yang saling menguatkan: pengembangan sintesis
bebas pelarut (solvent-free) berbantuan gelombang mikro untuk menghasilkan CDs multiwarna
terdoping nitrogen dalam waktu reaksi sangat singkat, serta kajian teoritis DFT/TD-DFT untuk
memetakan pengaruh posisi gugus amino (NH?) dan karbonil (C=O) terhadap struktur elektronik
dan spektrum serapan. Secara metode, CDs disintesis melalui strategi bebas pelarut (solvent-free)
berbantuan pemanasan gelombang mikro menggunakan prekursor nitrogen, kemudian dipisahkan
menjadi fraksi beremisi kuning (y-CDs) dan merah (r-CDs). Karakterisasi optik dan struktur
dilakukan menggunakan UV–Vis/PL serta HRTEM dan XPS untuk mengidentifikasi kontribusi
konfigurasi nitrogen dan komposisi permukaan. Pada bagian komputasi, model CDs berbasis
polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) difungsionalisasi oleh gugus NH? dan C=O pada
berbagai posisi, kemudian dianalisis menggunakan DFT dan TD-DFT untuk mengevaluasi
perubahan orbital frontier dan celah energi, dan karakter intramolecular charge transfer (ICT)
yang terkait dengan pergeseran absorbansi (redshift). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintesis
solvent-free mampu menghasilkan emisi kuning hingga merah secara cepat, dan analisis XPS
mengindikasikan fraksi beremisi merah memiliki kontribusi konfigurasi nitrogen yang lebih
terintegrasi pada domain sp² (ditunjukkan oleh pengayaan graphitic-N) yang berkorelasi dengan
penyempitan celah energi dan perubahan sifat optik. Perbedaan komposisi nitrogen–oksigen pada
permukaan juga berkaitan dengan perbedaan polaritas, yang memfasilitasi pemisahan fraksi y-CDs dan r-CDs tanpa modifikasi kimia tambahan. Pada sisi absorbansi, perhitungan DFT/TD-DFT
menegaskan bahwa penataan posisi gugus donor (NH?) dan akseptor (C=O) mengendalikan
pergeseran serapan melalui perubahan energi HOMO–LUMO dan penguatan mekanisme ICT.
Pergeseran absorbansi (redshift) paling menonjol muncul ketika konfigurasi posisi memungkinkan
kopling elektron–hole yang efektif, sedangkan konfigurasi yang kurang mendukung menghasilkan
perubahan yang terbatas. Secara keseluruhan, disertasi ini memperjelas keterkaitan antara strategi
sintesis bebas pelarut, konfigurasi nitrogen, serta posisi gugus fungsi terhadap sifat emisi dan
absorbansi CDs. Temuan ini memberikan dasar mekanistik untuk memodulasi CDs beremisi
panjang gelombang dan berpotensi mempercepat desain material untuk konversi spektral LED,
sensor berbasis permukaan, serta pengembangan platform optik menuju wilayah tampak-merah
hingga near-infrared (NIR).
Perpustakaan Digital ITB