Hutan sekunder berperan penting dalam penyimpanan karbon dan penyediaan jasa lingkungan, termasuk pada kawasan konservasi yang berdekatan dengan wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan mengestimasi cadangan karbon ekosistem dan nilai ekonomi jasa lingkungan di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja, Manokwari, Papua Barat. Biomassa di atas permukaan tanah diestimasi melalui inventarisasi vegetasi menggunakan plot bersarang dan persamaan alometrik Chave dkk. (2014), sedangkan biomassa bawah permukaan, nekromassa, dan karbon organik tanah diestimasi menggunakan faktor konversi dan nilai rujukan. Valuasi jasa lingkungan dilakukan dalam kerangka Total Economic Value (TEV), meliputi jasa wisata alam, penyimpanan karbon, dan hidrologi. Jasa wisata dinilai berdasarkan penerimaan aktual, jasa penyimpanan karbon berdasarkan nilai ekonomi stok karbon, sedangkan jasa hidrologi diestimasi menggunakan pendekatan benefit transfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa di atas permukaan tanah sebesar 170,80 ton ha?¹ atau 80,28 ton C ha?¹, dengan vegetasi tingkat pohon memberikan kontribusi terbesar terhadap biomassa tegakan sebesar 75,12%. Total cadangan karbon ekosistem mencapai 143,56 ton C ha?¹, setara dengan 66.347,69 ton C atau 243.274,86 ton CO?e pada luas kawasan 462,16 ha. Nilai ekonomi jasa wisata alam sebesar Rp8.235.000 selama periode 2024–2026, jasa penyimpanan karbon sekitar Rp7,30 miliar, dan jasa hidrologi sekitar Rp1,23 miliar tahun?¹. TEV dari ketiga jasa lingkungan yang dianalisis mencapai sekitar Rp8,54 miliar, dengan nilai terbesar berasal dari jasa penyimpanan karbon. Nilai tersebut menunjukkan bahwa manfaat ekonomi yang teridentifikasi tidak hanya berasal dari pemanfaatan langsung melalui wisata, tetapi juga dari fungsi ekologis kawasan. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pemeliharaan vegetasi, kondisi tanah, dan fungsi hidrologi dalam mendukung keberlanjutan jasa lingkungan TWA Gunung Meja.
Perpustakaan Digital ITB