Perubahan paradigma pembangunan wilayah pesisir dan laut dalam beberapa dekade
terakhir mendorong munculnya kebutuhan terhadap sistem perencanaan ruang yang
lebih terintegrasi, adaptif, dan kolaboratif. Kompleksitas pemanfaatan ruang pesisir
dan laut yang melibatkan berbagai kepentingan sektor, seperti perikanan, pelabuhan,
pariwisata, konservasi, permukiman, dan industri, menimbulkan potensi konflik
pemanfaatan ruang serta tekanan terhadap keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks
tersebut, Marine Spatial Planning (MSP) berkembang sebagai pendekatan
perencanaan yang menekankan integrasi lintas sektor, keterpaduan darat laut,
partisipasi pemangku kepentingan, serta pengelolaan ruang yang adaptif berbasis
ekosistem. Di Indonesia, penerapan prinsip-prinsip MSP masih menghadapi berbagai
tantangan, terutama terkait sinkronisasi kebijakan, fragmentasi kelembagaan,
dominasi pendekatan administratif, dan lemahnya integrasi antara sistem tata ruang
dengan pengelolaan wilayah pesisir dan laut. Permasalahan tersebut menjadi semakin
relevan dalam proses penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi,
khususnya di Provinsi Jawa Barat yang memiliki karakteristik wilayah pesisir dan laut
yang kompleks serta tekanan pembangunan yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan prinsip-prinsip MSP
dalam proses penyusunan RTRW Provinsi Jawa Barat, serta mengidentifikasi
kesenjangan antara prinsip-prinsip ideal MSP dengan implementasinya, Penelitian
dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Metode
analisis yang digunakan adalah analisis konten terhadap dokumen kebijakan, regulasi,
dan dokumen perencanaan yang berkaitan dengan tata ruang, wilayah pesisir, dan
pengelolaan kelautan. Analisis dilakukan melalui proses pengkodean, kategorisasi,
dan interpretasi pada proses perencanaan dan analisis berdasarkan dimensi MSP yang
meliputi berbasis ekosistem, terintegrasi, berorientasi wilayah, adaptif, strategis, dan
partisipatif yang kemudian diolah menggunakan MSP Index.ii
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip MSP dalam
penyusunan RTRW Provinsi Jawa Barat memperoleh skor 73 dari skor maksimum
108, yang menunjukkan bahwa sebagian besar prinsip MSP telah terakomodasi dalam
proses penyusunan RTRW. Dimensi berbasis wilayah/lokasi, terintegrasi, dan
strategis memperoleh capaian tertinggi, yang menunjukkan kuatnya aspek spasial
formal, koordinasi kelembagaan, dan arah kebijakan dalam proses perencanaan.
Sebaliknya, dimensi berbasis ekosistem, adaptif, dan partisipatif masih menunjukkan
tingkat penerapan yang relatif lebih rendah. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa
integrasi ruang laut dalam RTRW telah berkembang dengan baik pada aspek normatif
dan administratif, namun implementasinya belum sepenuhnya terintegrasi secara
substantif. Mekanisme monitoring dan evaluasi masih cenderung bersifat
administratif dan periodik, pendekatan berbasis ekosistem belum sepenuhnya menjadi
dasar dalam pengambilan keputusan, serta partisipasi pemangku kepentingan masih
didominasi oleh pola konsultatif dibandingkan kolaborasi substantif.
Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi MSP dalam RTRW Provinsi Jawa Barat
telah berkembang kuat pada aspek formal spasial dan kelembagaan, namun belum
sepenuhnya berkembang menjadi sistem tata kelola ruang darat laut yang adaptif,
berbasis ekosistem, dan partisipatif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa integrasi
ruang darat dan laut telah terbangun secara formal dalam satu dokumen perencanaan,
namun mekanisme implementasi, pembelajaran kebijakan, dan evaluasi adaptif masih
berkembang secara terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa tantangan utama
implementasi MSP dalam penyusunan RTRW Provinsi Jawa Barat tidak terletak pada
perumusan kebijakan, melainkan pada penguatan implementasi, koordinasi lintas
sektor, integrasi substantif darat laut, serta pengembangan mekanisme perencanaan
yang adaptif. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap
pengembangan kajian integrasi MSP dalam sistem tata ruang wilayah di Indonesia
serta memberikan masukan bagi penyempurnaan penyusunan RTRW yang lebih
adaptif, terintegrasi, berbasis ekosistem, dan kolaboratif guna mendukung
pembangunan wilayah pesisir dan laut yang berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB