Integrasi prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor publik masih belum dieksplorasi secara mendalam dibandingkan sektor privat. Lembaga pemerintah saat ini menghadapi tantangan berupa ketiadaan standar baku untuk mengukur kinerja keberlanjutan, khususnya pada unit teknologi informasi (TI). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja penilaian ESG yang komprehensif bagi organisasi TI sektor publik dengan menggunakan Design Science Research Methodology (DSRM). Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kementerian Pertanian Republik Indonesia ditetapkan sebagai lokasi studi kasus untuk menguji efektivitas model yang diusulkan.
Pengembangan kerangka kerja dilakukan melalui sintesis standar global (GRI dan SASB) yang diselaraskan dengan regulasi pemerintah Indonesia. Validitas konten indikator diuji menggunakan Content Validity Index (CVI), sementara penentuan bobot prioritas dilakukan melalui metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan melibatkan penilaian pakar guna menjamin konsistensi penilaian. Implementasi kerangka penilaian berfungsi sebagai artefak untuk mengumpulkan dan memproses data operasional TI secara objektif menjadi profil kinerja keberlanjutan.
Tahap evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan Naturalistic Evaluation terhadap para pengambil kebijakan di Pusdatin guna mengukur dimensi efficacy, utility, dan applicability. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model ini mampu menghasilkan data yang akurat dan relevan bagi strategi organisasi dalam mengidentifikasi area perbaikan tata kelola. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan instrumen evaluasi terstandar yang meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sektor publik terhadap target keberlanjutan nasional, serta menawarkan landasan praktis bagi adopsi ESG yang lebih luas di instansi pemerintah lainnya.
Perpustakaan Digital ITB