Seng (Zn2+) dan tembaga (Cu2+) merupakan logam berat pencemar yang umum
ditemukan pada air permukaan akibat penggunaannya yang masif di sektor industri,
dan keduanya diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021.
Kedua logam ini umumnya diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis, metode
standar yang akurat namun kurang praktis karena sangat sensitif terhadap cahaya,
temperatur, dan kelembapan. Penelitian ini mengevaluasi Image Processing
Technique (IPT), sebuah metode alternatif berbasis intensitas warna yang
mengubah gambar RGB menjadi nilai Grayscale Intensity (GI), untuk mengukur
Zn2+ dan Cu2+ terlarut. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kurva kalibrasi
dan hasil pengujian sampel artifisial antara metode spektrofotometri dan IPT. Kurva
kalibrasi Zn2+ menghasilkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,991 untuk
spektrofotometer dan 0,933 untuk IPT, sementara kurva kalibrasi Cu2+
menghasilkan nilai R2 sebesar 0,998 dan 0,971 secara berurutan. Pada pengujian
sampel artifisial, tingkat akurasi (%recovery) Zn2+ sebesar 104,76% dengan
spektrofotometer dan 107,61% dengan IPT, sementara untuk Cu2+ sebesar 98,67%
dan 106,62% secara berurutan. Seluruh nilai %recovery IPT berada dalam rentang
akurasi yang diterima, yaitu 80–110% dan uji paired t-test menunjukkan tidak
terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode untuk kedua logam (p > 0,05)
yang menunjukkan bahwa IPT merupakan alternatif yang layak dan lebih praktis
dibandingkan spektrofotometri untuk pengukuran kualitas air pada parameter Zn2+
dan Cu2+
.
Perpustakaan Digital ITB